linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: PT Kimia Farma Tbk (KAEF) Tutup 5 Pabrik, Gelombang PHK Terjadi
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > PT Kimia Farma Tbk (KAEF) Tutup 5 Pabrik, Gelombang PHK Terjadi
News

PT Kimia Farma Tbk (KAEF) Tutup 5 Pabrik, Gelombang PHK Terjadi

Arief 26 Juni 2024
Share
waktu baca 2 menit
Kimia Farma PHK Massal
Kimia Farma PHK Massal
SHARE

Linimassa.id – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mengumumkan penutupan 5 dari 10 pabrik obatnya. Penutupan ini merupakan langkah strategis perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional di tengah beban operasional yang tinggi dan utilisasi pabrik yang rendah.

Direktur Produksi dan Supply Chain, Hadi Kardoko, menjelaskan bahwa saat ini utilitas pabrik Kimia Farma berada di bawah 40%. Penutupan pabrik diharapkan dapat meningkatkan utilitas pabrik dan membuat operasional lebih optimal.

“Saat ini utilitas pabrik kami di bawah 40%. Kami ingin meningkatkan hal itu, sehingga rasionalisasi (penutupan) agar utilitas pabrik kita lebih optimal,” kata Hadi dalam konferensi pers usai RUPST Kimia Farma Tbk di Jakarta, Selasa (25/6/2024).

Ketika ditanya apakah penutupan pabrik ini akan berdampak pada PHK pekerja, Hadi mengonfirmasi hal tersebut. Namun, ia memastikan bahwa para pekerja yang terkena dampak PHK akan mendapatkan hak-haknya sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Tentu, kami akan memperhatikan hak-hak karyawan sesuai UU yang berlaku,” tegas Hadi.

Meski demikian, Hadi belum bisa merinci jumlah tenaga kerja yang akan terdampak PHK akibat rencana penutupan 5 pabrik ini. Penutupan ini ditargetkan selesai dalam 3-5 tahun ke depan. Utilisasi rata-rata pabrik Kimia Farma yang hanya mencapai 40% menyebabkan inefisiensi dan membebani keuangan perusahaan.

Pada hari yang sama, Kimia Farma secara resmi menunjuk Djagad Prakasa Dwialam sebagai Direktur Utama perseroan yang baru menggantikan David Utama. Pengangkatan ini dilakukan setelah perseroan menggelar RUPST.

Djagad Prakasa Dwialam, yang akrab disapa Dwi, bukan orang baru bagi Kimia Farma. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Kimia Farma Trading & Distribution (KFTD), anak perusahaan Kimia Farma yang bergerak di bidang distribusi produk farmasi. (AR)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Ad imageAd image
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

Kota Serang
Wali Kota Serang Buka Peluang Kerja Sama Investasi Teknologi dengan Kota Weifang
News
MinyaKita
MinyaKita Dijual hingga Rp21 Ribu di Agen, Picu Keresahan Warga
News
Pengelolaan sampah
Percepat Pengelolaan Sampah Jadi Energi, Andra Soni Dorong Solusi Terpadu di Banten
News
Kendaraan
Rekor Baru, 18 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Serang–Panimbang Saat Libur Lebaran
News
Tambang emas ilegal
Polda Banten Amankan Empat Pengelola Tambang Emas Ilegal di Kawasan TNGHS
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?