linimassa.id – Hari Susu Nusantara diperingati setiap 1 Juni. Industri susu di Indonesia dinilai masih kurang ideal dari beberapa sisi.
Mayoritas (90%) peternakan rakyat dengan skala kepemilikan sapi masih berjumlah 2-3 ekor, sementara tingkat kepemilikan ideal skala usaha yaitu 7-10 ekor sapi/peternak.
Kebanyakan juga karena masih berupa usaha sampingan dan belum berorientasi bisnis. Hari Susu Nusantara diharapkan sebagai momentum untuk terus berkomitmen dalam peningkatan industri susu.
Produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) juga dinilai masih rendah, yaitu 8-13 lite per ekor/hari. Namun, angka ini terus meningkat, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) terjadi peningkatan sebesar 4,19% produksi SSDN pada tahun 2020 dari tahun sebelumnya menjadi 997 ribu ton.
Populasi sapi perah juga mengalami peningkatan sebesar 4,12% pada tahun 2020 menjadi sebanyak 584.582 ekor.
Kualitas SSDN peternak juga semakin membaik dan telah memenuhi standar SNI Susu Segar (TPC < 1 juta cfu/ml, TS < 11,3 %). Dari sisi harga,
Strategi Peningkatan Susu
Peringatan Hari Susu Nusantara dilandasi oleh adanya kegiatan serupa yang diprakarsai FAO (food & Agriculture Organization) pada tahun 2000, yang mencanangkan 1 Juni sebagai Hari Susu Sedunia (Word Milk Day) dengan tujuan :
- Menyebarluaskan informasi mengenai manfaat susu
- Mengajak masyarakat luas untuk mengkonsumsi susu sebagai makanan cair yang bermanfaat bagi tubuh
- Meningkatkan industri susu yang menguntungkan bagi peternak sapi perah
Dalam upaya mendorong konsumsi susu segar di dalam negeri, pemerintah telah melakukan berbagai cara yang antara lain dimulai dengan pencanangan Hari Susu Nusantara pada tanggal 7 Oktober 2009 di Pasuruan-Jawa Timur dan ditetapkannya tanggal 1 juni sebagai Hari Susu Nusantara melalui Keputusan Menteri Pertanian No. 2182/kpts/PD.420/5/2009.
Tujuan
Peringatan ini memiliki berbagai tujuan, antara lain:
– Meningkatkan kesadaran masyarakat atas pentingnya minum susu
– Meningkatkan konsumsi minum susu demi terwujudnya peningkatan kualitas gizi bangsa
– Mendorong percepatan pengembangan industri sapi perah nasional yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak.
Hari Susu Nusantara (HSN) merupakan moment besar bagi insan peternakan Indonesia. Sebab melalui moment yang diperingati setiap tanggal 1 Juni ini dapat membudayakan kebiasaan mengkonsumsi susu kepada masyarakat. Baik susu segar maupun hasil olahan secara bertahap dan berkesinambungan,
Pasalnya konsumsi susu masyarakat Indonesia masih rendah apabila dibandingkan dengan Negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Salah satu faktor penyebabnya ialah kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi susu untuk meningkatkan kecerdasan dan perbaikan gizi anak bangsa. Padahal susu mengandung asam amino yang dapat mencerdaskan otak.
Selain itu dengan rutin mengkonsumsi susu mampu mensejahterakan peternak sapi perah lokal melalui perluasan pangsa pasar. (Hilal)



