linimassa.id – Dari sekian banyak dosa, syirik atau mensekutukan Tuhan merupakan dosa paling serius dalam Islam dan susah diampuni.
Dalam Al-Qur’an, Allah sangat tegas melarang syirik dan menggambarkan itu sebagai dosa yang tidak diampuni. Laman Media Indonesia menyebut, salah satu faktor penyebab utama dosa ini adalah ketidakpahaman terhadap prinsip-prinsip tauhid (keyakinan dalam satu Allah yang Maha Esa).
Banyak orang mungkin tidak memahami dengan benar apa arti tauhid, atribut Allah, atau bagaimana hubungan manusia dengan Allah seharusnya. Ketidakpahaman ini bisa mengarah pada praktik-praktik syirik tanpa disadari.
Praktik-praktik yang melibatkan penyekutuan Allah dengan entitas lainnya telah diadopsi tanpa pertimbangan lebih lanjut. Contohnya, adorasi kepada makam, orang-orang suci, atau benda-benda lain yang dianggap memiliki kekuatan magis.
Faktor lain yang dapat menyebabkan perbuatan ini adalah ketakutan atau kepercayaan yang berlebihan terhadap makhluk atau kekuatan lain selain Allah.
Misalnya, orang mungkin berpaling kepada dukun atau paranormal untuk mencari perlindungan atau jawaban atas masalah mereka, daripada bertawakal kepada Allah semata.
Pemahaman Salah
Konsep wali Allah atau orang suci dalam Islam sering kali disalahpahami. Meskipun mereka adalah figur yang dihormati dalam tradisi Islam, ada orang yang dapat menyalahartikan penghormatan terhadap wali Allah sebagai bentuk penyembahan atau pemohonan langsung kepada mereka, yang merupakan bentuk syirik.
Kurangnya pendidikan agama yang benar dapat menyebabkan seseorang lebih rentan terhadap praktik-praktik ini. Pendidikan agama yang baik adalah kunci untuk memahami prinsip-prinsip tauhid dan menjauhi syirik.
Ini adalah dosa yang serius dalam Islam, dan memahami faktor-faktor penyebabnya adalah langkah awal yang penting untuk menghindarinya. Pendidikan agama yang baik, pemahaman yang benar tentang tauhid, dan kesadaran akan pengaruh budaya dan tradisi adalah cara-cara untuk melawan syirik dan memastikan bahwa keyakinan tauhid (keyakinan pada satu Allah) tetap utuh dalam kehidupan seorang Muslim.
Bersekutu
Menurut Ibnu Manzur, kata syirik berasal dari kalimat fi’il madhi yaitu ‘syaraka’ yang bermakna bersekutu dua orang misalnya seseorang berkata “a asyraka billah”, artinya dia sederajat dengan Allah SWT.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian syirik adalah penyekutuan Allah SWT dengan yang lain. Misalnya, pengakuan kemampuan ilmu daripada kemampuan dan kekuatan Allah SWT, peribadatan selain kepada Allah SWT dengan menyembah patung, tempat-tempat keramat dan kuburan, dan kepercayaan terhadap keampuhan peninggalan-peninggalan nenek moyang, yang diyakini menentukan dan mempengaruhi jalan kehidupan.
Secara istilah, ini adalah perbuatan, anggapan atau itikad menyekutukan Allah SWT dengan yang lain, seakan-akan ada yang maha kuasa selain Allah SWT. Orang yang menyekutukan Allah disebut musyrik. Ini merupakan dosa besar yang tidak terampuni, seperti difirmankan oleh Allah SWT:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”. (QS. an-Nisa (4) ayat 48)
Banyak sekali ayat-ayat Alquran yang memberikan penegasan tentang larangan berbuat syirik atau penjelasan tentang kemustahilan Allah itu memiliki sekutu atau sama dengan makhluk.
Penjelasan agar tetap teguh dalam mengakui keesaan Allah SWT, seperti dalam surah Luqman (31) ayat 32:
“Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya Maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurusdan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar”. (QS. Luqman (31) : 32)
Varian
Agar bisa lebih memahami terkait bahasan syirik maka di dalam artikel ini akan dijelaskan secara rinci macam-macam syirik.
At-Tab’id
Syirik At-Tab’id adalah perbuatan yang meyakini Tuhan ada beberapa bukan Esa melainkan ada tuhan-tuhan lainnya yang ia sembah.
Al-Istiqlal
Al-Istiqlal merupakan syirik yang meyakini Tuhan ada dua dan memiliki kekuasaan masing-masing di antara keduanya.
At-Taqlid
Syirik At-Taqlid yakni menyembah makhluk yang memiliki kekuatan dan keberuntungan. Hal ini disebabkan karena mengikuti perintah orang lain atau ikut-ikutan momen yang ada saat itu karena diyakini memiliki kekuatan dan juga kemampuan untuk mengubah nasib.
At-Taqrib
Syirik At-Taqrib menyembah sesuatu selain Allah SWT dengan dalih untuk mendekatkan dirinya kepada Allah SWT.
Hal ini sangat banyak dilakukan oleh ummat zaman saat ini sadar atau tidaknya, karena tidak kasap mata orang tersebut melakukannya.
Salah satu contoh melakukan zikir sholat sunnah puasa dan lain sebagainya namun semua itu tidak diniatkan karena Allah SWT semata. Melainkan karena ingin mendapatkan sesuatu yang ingin dicapai dan lainnya.
Sekilas seseorang tersebut beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT namun pada hakikatnya tidak hanya ingin mendambakan makhluk.
Al-Aghrad
Syirik Al-Aghrad yakni melakukan amal perbuatan yang nampaknya seperti ibadah dan kebaikan namun tidak karena Allah SWT. (Hilal)



