linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Google Pecat 28 Karyawan yang Memprotes Proyek Nimbus Israel
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Bisnis > Google Pecat 28 Karyawan yang Memprotes Proyek Nimbus Israel
Bisnis

Google Pecat 28 Karyawan yang Memprotes Proyek Nimbus Israel

Arief
19 April 2024
Share
waktu baca 2 menit
Pemecatan Karyawan Google
Pemecatan Karyawan Google
SHARE

linimassa.id – Google telah melakukan pemecatan terhadap 28 karyawan yang memprotes keterlibatan perusahaan dalam proyek Nimbus, proyek komputasi awan milik Pemerintah Israel dan militernya.

Aksi protes tersebut berlangsung di dua kantor Google di California dan Kota New York, Amerika Serikat, pada Selasa (16/4/2024), dan menyebabkan gelombang kontroversi di dalam dan di luar perusahaan.

Menurut sebuah unggahan di X oleh No Tech For Apartheid, sebuah kelompok yang vokal memprotes proyek Nimbus, “Malam ini, Google tanpa pandang bulu memecat lebih dari dua lusin pekerja, termasuk mereka di antara kami yang tidak berpartisipasi langsung dalam protes bersejarah yang berlangsung selama 10 jam di dua wilayah pesisir kemarin.”

Chris Rackow, Kepala Keamanan Global Google, menegaskan kebijakan nol toleransi perusahaan terhadap perilaku pengunjuk rasa dalam memo yang dikirimkan kepada seluruh karyawan.

“Perilaku seperti ini tidak mendapat tempat di tempat kerja kami dan kami tidak akan membiarkannya,” ujarnya.

Setelah melakukan penyelidikan, Google memutuskan hubungan kerja dengan 28 karyawan yang terlibat. “Kami akan terus menyelidiki dan mengambil tindakan jika diperlukan,” tambahnya.

No Tech For Apartheid mengutuk tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai “tindakan pembalasan yang mencolok”.

Mereka menyatakan bahwa “Google lebih menghargai kontrak senilai 1,2 miliar dolar dengan pemerintah dan militer Israel yang melakukan genosida dibandingkan pekerjanya sendiri.”

Proyek Nimbus: Kontroversi dan Kritik

Proyek Nimbus mencakup sistem awan dan pembelajaran mesin yang memungkinkan penyimpanan data, pengumpulan, analisis, identifikasi motif dan fitur dari data, serta prediksi potensi data dan motif. Kontrak senilai 1,2 miliar dolar untuk proyek ini ditandatangani pada April 2021 antara Israel, Google, dan Amazon.

Namun, proyek ini menuai kritik karena dianggap dapat membantu Israel melanjutkan sistem penindasan, dominasi, dan segregasi terhadap rakyat Palestina yang mirip apartheid.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Kritikus berpendapat bahwa sistem ini dapat mengumpulkan semua sumber data yang disediakan oleh Israel dan militernya, termasuk basis data, sumber daya, dan bahkan sumber observasi langsung seperti kamera jalanan dan drone.

Kontroversi seputar proyek Nimbus menunjukkan kompleksitas hubungan antara teknologi, politik, dan hak asasi manusia, serta menyoroti peran besar perusahaan teknologi dalam isu-isu global yang sensitif. (AR)

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- 27 OKTOBER 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Stasiun Cipocok
Stasiun Cipocok Berpeluang Kembali Beroperasi, Pemkot Serang Siapkan Kajian
News
Polda Banten
Selain Kapolresta Serang Kota, Dansatbrimob dan Dirresnarkoba Polda Banten Ikut Dimutasi
News
Guru SMK
Guru SMK di Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan Siswi TK
News
PT Krakatau Steel
Komisaris Krakatau Steel Adityo Haryo Bimo Resmi Ajukan Pengunduran Diri
News
Pencurian kabel PJU Cilegon
Wali Kota Cilegon Robinsar Amankan Terduga Pencuri Kabel PJU di Empat Titik
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan