linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Guru Besar FKUI: Waspada Penyakit Kawasaki yang Jarang Terdeteksi
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Guru Besar FKUI: Waspada Penyakit Kawasaki yang Jarang Terdeteksi
Gaya Hidup

Guru Besar FKUI: Waspada Penyakit Kawasaki yang Jarang Terdeteksi

Arief
1 Februari 2024
Share
waktu baca 2 menit
Penyebab dan Gejala Penyakit Kawasaki pada Anak
Penyebab dan Gejala Penyakit Kawasaki pada Anak
SHARE

linimassa.id – Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Najib Advani, mengingatkan orang tua untuk mewaspadai penyakit langka bernama Kawasaki, yang belum diketahui oleh semua dokter.

Dalam diskusi mengenai Hari Kesadaran Kawasaki Sedunia, Prof. Najib Advani menjelaskan bahwa Kawasaki Disease adalah penyakit langka yang umumnya terjadi pada balita dan belum diketahui secara pasti penyebabnya. Ia menekankan bahwa tidak semua dokter mungkin menyadari keberadaan penyakit ini.

“Penyakit ini bukan penyakit sehari-hari, nggak semua dokter mungkin menyadari begitu,” ujar Prof. Najib Advani.

Prof. Najib Advani menyampaikan bahwa Kawasaki Disease dapat menyebabkan gangguan jantung pada anak jika tidak ditangani dengan cepat. Pembuluh darah jantung, terutama arteri koroner, dapat mengalami penyumbatan, yang pada gilirannya dapat merusak otot-otot jantung dan mengganggu sirkulasi darah.

Beberapa gejala umum penyakit Kawasaki meliputi demam tinggi, mata memerah, bibir dan lidah merah seperti stroberi, ruam mirip campak di seluruh tubuh, dan benjolan di leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening.

Prof. Najib Advani menekankan pentingnya penanganan dini dalam kasus Kawasaki Disease. Menurutnya, penanganan harus dilakukan sebelum hari ketujuh setelah munculnya gejala. Penderita perlu dirawat inap selama setidaknya empat hari di rumah sakit untuk mendapatkan berbagai jenis obat-obatan, dan setelahnya dilanjutkan dengan rawat jalan dengan pemeriksaan jantung rutin menggunakan elektrokardiogram (EKG).

“Entry point-nya tiga sebenarnya, demam, ruam, dan mata merah. Tiga saja ingat itu, tiga dulu ya. Kalau sudah tiga itu, pikirkan kemungkinan Kawasaki. Nah, baru ke dokter yang biasa menangani Kawasaki,” tuturnya.

Penyakit Kawasaki pertama kali ditemukan pada tahun 1967 di Jepang oleh Dokter Anak bernama Tomisaku Kawasaki, dan Hari Kesadaran Kawasaki Sedunia diperingati setiap tahun pada 26 Januari. (AR)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
26 Mei 2026
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Dapur MBG di Pandeglang
14 Dapur MBG di Pandeglang yang Dihentikan Sementara oleh BGN
News
Dapur MBG di Lebak
10 Dapur MBG di Lebak Sementara Tidak Beroperasi
News
Diabetes
1.651 Anak di Banten Idap Diabetes, Kasus Juga Ditemukan pada Bayi
News
Petani Gunung Karang
Petani Gunung Karang Keluhkan Anjloknya Harga Hasil Panen
News
Ansor Kota Tangsel
Duga Tabrak Aturan, Ansor Kota Tangsel Ajukan Keberatan ke Gubernur Banten Soal Bambang Noertjahjo Jadi Sekda
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?