linimassa.id – Banyak diceritakan dalam film dan serial, siapa yang tidak kenal Kungfu. Bahkan seisi dunia familiar dengan seni bela diri asal Tiongkok ini.
Kungfu atau gongfu adalah ilmu bela diri yang berasal dari Tiongkok kuno. Akan tetapi, arti kata Kungfu sebenarnya memiliki makna yang jauh lebih luas, yakni sesuatu yang diperoleh dalam jangka waktu yang lama dan dengan ketekunan yang tinggi.
Dengan begitu, seorang ahli pelaku yang mempunyai keahlian khusus atau hebat pun dapat dikatakan memiliki Kungfu yang tinggi.
Bela diri ini dipelajari berbagai ras dan suku di dunia. Kungfu dianggap sebagai suatu seni karena ada berbagai macam gerakan indah yang bisa dipelajari.
Bisa dibiilang, Kungfu adalah salah satu olahraga paling lama di dunia ini dan paling tahan lama. Olahraga ini memanfaatkan otot dan otak secara bersamaan.
Berbeda dari jenis bela diri lainnya atau tinju, Kungfu lebih holistik, serta mengembangkan disiplin pada diri dengan berbagai macam teknik.
Teori Kungfu didasarkan pada filosofi klasik Tiongkok. Kungfu memiliki sejarah yang panjang. Namun, seiring berjalannya waktu, Kungfu telah berubah dan berkembang sebagai kombinasi unik dari latihan, pertahanan diri praktis, disiplin diri, dan juga seni.
Kungfu diperkirakan sudah ada pada saat zaman purba. Namun, pada saat itu, masyarakat menggunakannya untuk melawan binatang buas dan menggunakan gada.
Secara perlahan dan bertahap, masyarakat ini mengumpulkan ilmu dan pengalaman untuk mempertahankan keamanan diri mereka.
Pada sekitar tahun 2500, berbagai aliran Kungfu mulai muncul hingga sekarang. Dimulai dari Kuil Shaolin, Wudang, Omei, Kun Lun, Huasan, Thian San, Khongtong, dan masih banyak lagi.
Menyebar
Ilmu Kungfu yang sudah menyebar ke Asia Tenggara (terutama Indonesia) pada masa lalu disebut Kuntao (Kuntaw), demikian menurut Donn F. Draeger dalam bukunya yang berjudul Weapons and Fighting Arts of Indonesia. Akan tetapi istilah Kuntao tersebut sudah sangat jarang dipergunakan pada masa sekarang ini.
Awal mulanya, istilah Ilmu atau kemampuan bela diri dalam masyarakat Tiongkok adalah Ilmu Silat atau Wushu, dan bukan Kungfu. Istilah Kungfu pada masa lalu tidaklah sepopuler seperti saat ini.
Kungfu sendiri lebih menunjuk kepada suatu keahlian dan keuletan yang khusus dan teruji unggul, misalnya keahlian memasak, keahlian bercocok tanam, pertukangan dan lain-lain.
Istilah Kungfu menjadi populer setelah seorang legenda ilmu bela diri, yakni Bruce Lee mempopulerkan istilah Kungfu di belahan dunia Barat. Tersentak dengan kemampuan, kecepatan dan kekuatan Sang Legenda, istilah Kungfu menjadi sangat populer dan identik dengan Ilmu Bela Diri Tiongkok hingga kini.
Ilmu bela diri Kungfu pada mulanya berkembang dari kebutuhan dan kemampuan manusia untuk bertahan hidup, baik untuk membela diri dari berbagai jenis serangan binatang buas, berburu untuk mendapatkan makanan, maupun untuk berperang melawan kelompok manusia lain yang dianggap menjadi ancaman terhadap keamanan hidup mereka.
Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan tentang obat-obatan dan tubuh manusia di Tiongkok kuno – serta perang saudara yang berkepanjangan, seni bela diri kungfu pun berkembang pesat dan menyebar luas, sehingga membawa banyak kontribusi dan memengaruhi cikal bakal berbagai jenis ilmu bela diri di Asia, seperti Shorinji Kempo,(Shaolin Kempo), Karate, Jujitsu, Taekwondo, Judo, Hapkido, Pencak Silat dan lain sebagainya.
Sejarah Panjang
Kungfu mempunyai sejarah dan merupakan tradisi ilmu bela diri yang sangat panjang, ketat, teruji dan efektif sejak 5.000 tahun yang lalu, bersamaan dengan munculnya aliran kepercayaan Dao (Taoisme) yang kemudian berkembang menjadi agama yang memiliki kekhususan sendiri.
Pada tahun 2.500-an mulai bermunculan berbagai aliran Kungfu yang melegenda hingga kini, dimulai dari Kuil atau Vihara Shaolin Siaw Liem Sie/Siu Lam, Wudang/Butong, Omei/Emei/Gobi, Kun Lun, Hua San, Thian San, Khongtong dan lain-lain.
Secara umum, terdapat 100 lebih aliran Kungfu dan ribuan jurus serta berbagai jenis ilmu yang unik dan aneh, mulai dari yang paling keras dan ganas (external arts) hingga ilmu yang paling lembut dan ringan seperti kapas (internal arts). Berbagai aliran dan ilmu yang masih eksis hingga kini adalah Hung Gar/Hung Ga, Lohan, Ngo Cho, Pek Ho, Ying Jow/Eng Jiaw, Shuai Jiao, Chin Na/Qin Na, Tang Lang, Wing Chun/Ving Tsun/Wing Tsun/Yong Chun, Tai Chi/Tai Ji, Hsing-I, Ba Gua/Pa Kua, Yi Quan/I-Quan, Fanzi Quan, Chang Quan dan lain-lain.
Secara umum, Kungfu terbagi menjadi 2 (dua) sub aliran utama yakni: Kungfu Utara dan Kungfu Selatan sesuai dengan perbedaan dan kontur kultural geografis. Kungfu aliran utara lebih dominan oleh kuda2 melebar, kecepatan & kekuatan yang terefleksi pada tendangan, kaitan dan sapuan kaki sedangkan Kungfu aliran selatan lebih dominan kuda2 pendek, kecepatan, kelembutan dan kekuatan yang terefleksi pada pukulan, kuncian, totokan, lemparan dan bantingan. Pada masa lalu, kombinasi atas kedua aliran tersebut terkenal dengan “Tendangan dari Utara dan Tinju dari Selatan”.
Pendekar
Sebenarnya, ada lebih dari 100 aliran Kungfu dan ada ribuan jurus lainnya. Di setiap ilmu bela diri, ada pendekar-pendekar kuat di baliknya. Berikut adalah beberapa pendekar Kungfu yang paling terkenal.
- Bodhidharma (Da Mo/Putidamo/Damo/Tat Mo Chowsu/Dharma Taishi/Daruma).
Ia adalah seorang pendeta spiritual Zen Buddha dari India yang bertapa selama Sembilan tahun di Kuil Shaolin dan menemukan berbagai jenis ilmu legendaris seperti: Ilmu Perubahan Urat dan Otot (“Yi Jin Jing”), Sembilan Matahari (“Kiu Yang Cin Keng”), Ba Duan Jin, Baju Besi Emas/Lonceng Emas (“Jin Zhong Chao”), Lima Jurus Hewan, Jari Sakti Zen, dan lain-lain.
Sayangnya, beberapa di antara ilmu tersebut sudah lenyap terutama pada saat terjadi penghancuran Kuil Shaolin pada masa Dinasti Qing (1644 – 1911) dan masa perang Tiongkok modern.
Konon pada saat menyeberang lautan hingga ke Tiongkok, Dia hanya berdiri di atas sebatang dahan kecil, dan di tembok gua tempat pertapaan Bodhidharma di Kuil Shaolin hingga kini terdapat bayangan lekuk tubuhnya yang terbentuk pada saat ia bermeditasi dan bersandar di tembok gua tersebut.
Selama 9 (sembilan) tahun bermeditasi di gua tersebut, Bodhidharma mampu mendengar pembicaraan berbagai jenis mahluk hidup, termasuk semut yang berada di sana.
Dalam perjalanan waktu, ilmu2 ciptaan Bodhidharma dikembangkan lagi oleh Biksu berbakat yakni Ciok Yen Shang Ren yang menciptakan 72 jurus Kungfu Shaolin bersama2 dengan Master Lie, ahli ilmu Kim Na Jiu dan Master Pai Ie Fung, Pendekar tanpa tanding pada zaman tersebut.
- Zhang Sanfeng (Zhang Junbao/Chang Sanfeng/Thio Samhong/Thio Kunpo).
Saat masih muda, Thio Sam Hong adalah murid yang sangat berbakat di Kuil Shaolin. Namun, saat berada di sana, Thio Sam Hong diperlakukan secara tidak pantas oleh para seniornya. Thio Sam Hong pun memutuskan untuk pergi dari sana.
Di luar, ia belajar mengembangkan Kungfu sendiri dengan memperhatikan berbagai fenomena alam seperti terpaan angin keras terhadap pohon bambu, pertarungan antarhewan, dan masih banyak lagi.
Setelah Thio Sam Hong melewati berbagai macam pertarungan dan mengembangkan ilmunya dengan baik, Thio Sam Hong naik ke Gunung Wudang dan mendirikan perguruan Wudang dengan basis utama pengajaran Taoisme. Beliau adalah tokoh yang diyakini yang telah menciptakan Ilmu Tai Chi dan sangat ahli dalam ilmu Tao Yin.
- Yue Fei (Jenderal Yue Fei; Tangyin-Provinsi Henan, 1103-1142)
Yue Fei adalah seorang Jenderal yang terkenal dari Dinasti Sung. Hingga akhir hayatnya, beliau adalah sosok yang tetap setia membela negaranya walau ia telah difitnah dan dihukum mati oleh penguasa di masanya.
Yue Fei adalah pencipta Kungfu Internal dan eksternal. Selain ahli dalam pertarungan tangan kosong, Jenderal Yue Fei juga ahli dalam 18 senjata Shaolin khususnya tombak tunggal. Konon, ilmu tombaknya setara dengan ilmu tombak Keluarga Yang.
4) Qi Jiguang, (1528-1588)
Ia adalah salah satu Jenderal Patriot yang terkenal lainnya dari Dinasti Ming (1368-1644). Pada umur 22 tahun, Qi Jiguang bertempur dan mengusir tentara Mongol yang dipimpin Altan Khan yang berupaya menjajah Tiongkok kembali (1548-1552).
Dia bersama Yu Dayao dan Tan Lun terkenal sebagai Patriot yang membasmi habis perompak dan bajak laut Jepang (rata-rata para perompak tersebut merupakan ex-Samurai yang kalah perang dan bekerjasama dengan perompak Tiongkok atau penguasa setempat yang lalim)yang kerap kali merampok di daratan Tiongkok khususnya wilayah Fujian dan Zhejiang.
Paska pembasmian tersebut, tidak ada perompak atau bajak laut Jepang yang berani kembali lagi karena kemampuan bertempur dari tentara Jenderal Qi Jiquang yang luar biasa.
Para Samurai dan perompak laut lainnya akan berlarian tunggang langgang begitu mendengar nama pasukan Jenderal Qi Jiquang datang. Beliau mencatat dan mewariskan seluruh ilmu Kungfunya dalam Kitab “Ji Shou Ching Hua” yang saat ini menjadi salah 1 (satu) pusaka yang melengkapi pustaka Kungfu Tiongkok. (Hilal)



