linimassa.id – Sambal Indonesia ternyata masuk dalam jajaran saus terbaik Asia Tenggara versi Taste Atlas.
Pada sebuah hidangan, saus jadi kondimen yang dapat menambah cita rasa. Banyak pula negara memiliki saus khas dengan rasa dan tekstur berbeda.
Menurut situs panduan kuliner asal Kroasia, Taste Atlas, sambal dari Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai saus terbaik di Asia Tenggara, dengan skor 4,4 dari total 5 poin.
Sambal Indonesia dinilai khas karena memadukan cabai dengan garam, air jeruk nipis, bawang merah, gula, atau cuka. Selain itu bisa disantap bersama macam-macam jenis makanan, baik daging maupun sayuran.
Saus khas Nusantara lain yang masuk ke daftar terbaik Asia Tenggara adalah sambal terasi dengan skor 4,4, saus kacang pecel dengan skor 4,3, dan rica-rica khas Manado dengan skor 4,1 poin.
“Dibuat secara tradisional menggunakan ulekan, sambal ini memiliki rasa yang kuat dan tajam,” tulis Taste Atlas di situsnya, Selasa (25/7/2023).
Pada peringkat satu ditempati pasta kari dari Thailand dengan skor 4,7 poin. Pasta yang disebut gaeng ini memiliki warna kuning, merah, dan hijau dengan tingkat kepedasan berbeda. Pasta kari kuning agak pedas dan pasta kari hijau yang paling pedas.
Berikut daftar lengkap 10 saus terbaik di Asia Tenggara versi Taste Atlas per Juli 2023:
Pasta kari (Thailand): 4,7 poin
Nuoc cham (Vietnam): 4,6 poin
Sambal (Indonesia): 4,4 poin
Nam phrik (Thailand): 4,4 poin
Sambal terasi (Indonesia): 4,4 poin
Pecel (Indonesia): 4,3 poin
Rica-rica (Indonesia): 4,1 poin
Gaeng kiew wan (Thailand): 4,1 poin
Mam nem (Vietnam): 4 poin
Prik gaeng massaman (Thailand): 2,9 poin
Taste Atlas membuat penilaian tersebut berdasarkan peringkat yang diberikan oleh komunitas pembaca mereka.
“Peringkat ini tidak boleh dilihat sebagai kesimpulan final. Tujuan kami adalah mempromosikan makanan lokal yang enak, menanamkan kebanggaan pada masakan tradisional, dan membangkitkan rasa ingin tahu tentang masakan yang belum pernah Anda coba,” kata Taste Atlas.
Saus Terpopuler di Asia Tenggara
Laman Detik melansir, masyarakat di Asia Tenggara tak bisa lepas dari saus atau sambel dalam kesehariannya. Mereka memadukan saus ini dengan beragam hidangan. Berikut jenis-jenisnya yang terpopuler.
Jika Indonesia punya sambal, maka Thailand punya nam phrik. Keduanya serupa karena merupakan pelengkap hidangan khas di negara masing-masing dengan cita rasa pedas.
Lalu ada juga saus khas Vietnam yang banyak dipakai di hidangannya. Keberagaman saus atau sambal ini membuat Taste Atlas, situs traveling yang mengulas makanan tradisional di berbagai negara, mengungkap daftar terpopulernya
Ini dia saus paling populer di Asia Tenggara versi Taste Atlas:
Nam Chim Chaeo – Thailand
Dari Thailand ada nam chim chaeo yang pedas, asam, dan manis. Saus ini bertekstur cair dan agak lengket. Bahan utamanya berupa cabe kering, air jeruk nipis, kecap ikan, gula merah, dan beras ketan panggang.
Nam chim chaeo biasanya dijadikan saus cocolan untuk hidangan daging panggang. Rasanya makin enak saat ditambahkan irisan daun bawang.
Sambal Terasi – Indonesia
Orang Indonesia banyak yang menggemari sambel terasi. Dibuat dari cabe merah dan terasi sebagai bahan utamanya, sambel ini jadi jodoh pas untuk nasi hangat dan aneka lauk goreng.
Sambal terasi juga kerap ditambahkan bahan lain seperti bawang putih, bawang merah, tomat, gula, dan garam. Selain di Indonesia, sambal terasi juga populer di Malaysia dengan sebutan sambel belacan.
Nam Phrik Phao – Thailand
Nam phrik phao adalah sambal sekaligus bumbu rahasia untuk banyak hidangan Thailand sedap. Sambal ini dibuat dari cabe bakar, udang kering, bawang putih, bawang merah, jahe, kecap ikan, pasta asam Jawa, terasi udang, dan gula merah.
Penggunaannya tak hanya sebagai sambal, tapi juga saus celupan atau olesan. Nam phrik phao sangat digemari orang Thailand.
Mam Nem – Vietnam
Kuliner Vietnam juga menarik dijelajahi. Mereka punya mam nem, saus celupan yang dibuat dari ikan teri fermentasi. Baunya lebih tajam dibanding kecap ikan pada umumnya.
Mam nem biasanya dicampurkan bahan lain seperti gula pasir, cabe, air jeruk nipis, nanas, dan bawang putih. Paling enak memakannya dengan hidangan daging panggang, seperti bu nuong vi yaitu daging sapi panggang bumbu serai ala Vietnam.
Rica-rica – Indonesia
Selain sambel terasi, sambal rica-rica juga masuk daftar saus terpopuler di Asia Tenggara versi TasteAtlas. Sambal khas Manado ini dibuat dengan campuran cabe merah, bawang merah, bawang putih, jahe, daun jeruk, serai, hingga garam.
Tingkat kepedasan sambal rica-rica bisa disesuaikan dengan selera. Penggunaannya pun jamak untuk beragam hidangan, termasuk ikan dan ayam bakar. (Hilal)



