linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Bermain dengan Kelomang, Kenali Fakta-faktanya
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Bermain dengan Kelomang, Kenali Fakta-faktanya
Gaya Hidup

Bermain dengan Kelomang, Kenali Fakta-faktanya

Hilal Ahmad 1 Desember 2023
Share
waktu baca 4 menit
Bermain dengan kelomang. (Foto : iStock)
Bermain dengan kelomang. (Foto : iStock)
SHARE

linimassa.id – Sejak dulu, kelomang atau umang-umang menjadi teman anak-anak. Kelomang secara alamiah merupakan binatang yang senang bermain.

Contents
CangkangMemelihara

Namun, kita tak bisa bermain dengan binatang ini seperti layaknya bermain dengan anak kucing. Pastikan menyediakan semua hal yang dapat memicu dan mendorong kelomang menjelajah dan bermain sendiri.

Kita bisa melakukan ini dengan menyediakan berbagai mainan dan memastikan kelomang aman saat menjelajah daerah di luar kandangnya.

IDN Times menyebut, kelomang memiliki sekitar 1.110 spesies di seluruh dunia. Masih banyak fakta-fakta seputar kelomang, atau hermit crabs, yang belum banyak orang tahu.

Kelomang memiliki lima pasang kaki atau total sepuluh kaki. Uniknya, kaki ini punya fungsi masing-masing, lho. Sepasang kaki paling besar digunakan untuk mencapit dan mengambil makanan. Pasangan kaki kedua dan ketiga digunakan untuk berjalan.

Pasangan kaki keempat digunakan untuk keluar masuk cangkang. Dan pasangan kaki kelima digunakan untuk membersihkan dan membuang kotoran dari cangkang. Kaki-kaki tersebut saling berkoordinasi dalam menjalankan fungsi masing-masing.

Kelomang identik dengan pantai. Namun, ternyata tidak semua spesies kelomang memilih tinggal di dekat laut. Ada yang menghabiskan hidupnya di daratan tropis, umumnya merupakan keluarga Coenobitidae.

Meski begitu, mereka tetap membutuhkan air untuk menjaga insang tetap basah untuk bertahan hidup atau bereproduksi.

Sisanya menghabiskan hidup di dekat air asin, bahkan ada yang hidup di bawah air. Ada yang tinggal di perairan dangkal sampai di laut dalam dan jarang pergi ke daratan. Yang jelas, setiap kelomang tetap membutuhkan air untuk membuat insang mereka lembap.

 

- Advertisement -
Ad imageAd image

Cangkang

Kelomang tak ragu-ragu untuk berganti cangkang jika mereka sudah merasa ukurannya tak cocok. Tubuh kelomang terus tumbuh. Mau tak mau, mereka harus mencari cangkang baru.

Cangkang ini memiliki peran vital, yakni menjaga bagian abdomen (perut) dan menjaga kelembapan tubuh mereka. Cangkang sempurna bagi kelomang adalah yang mampu membuatnya tetap aman dari predator, memiliki ruang yang pas untuk berlindung dan membuatnya tetap bergerak dengan nyaman.

Dengan cangkang biasa, kita hanya bisa melihat bagian kepala dan kaki-kaki depan kelomang.

Tidak banyak yang tahu kalau kelomang mengalami proses molting. Sederhananya, molting adalah melepaskan kerangka luar dan menumbuhkan kerangka baru. Proses ini membuat kelomang stres dan membuat mereka lebih rentan.

Rata-rata kelomang molting setiap 18 bulan sekali, namun ada juga yang lebih sering. Dalam sekali proses molting, kelomang membutuhkan waktu 4-8 minggu. Proses ini merupakan proses yang alami.

Memang, ketika molting, kelomang akan melepaskan beberapa bagian tubuhnya dan membuatnya tak bisa bergerak untuk sementara, membuat mereka terlihat seperti telah mati.

 

Memelihara

Tertarik untuk memelihara kelomang? Siapkan nutrisi terbaik untuknya! Kelomang biasanya makan buah-buahan, seperti mangga, pepaya, apel, pisang, anggur, nanas dan stroberi. Kelomang juga suka sayuran, kamu bisa memberi makan selada, bayam, wortel sampai mentimun.

Kelomang liar yang hidup di habitat yang tepat akan bertahan hingga usia 30 tahun. Namun, jika dipelihara manusia, rata-rata umur kelomang bisa mencapai usia 20 tahun.

Namun, ada juga rekor yang mencatat bahwa kelomang bisa hidup sampai umur 70 tahun! Kelomang ini dimiliki oleh Steve Sugianto, penghobi kelomang asal Surabaya, Jawa Timur. Ukurannya pun sebesar buah kelapa dan memiliki panjang kaki hingga 15 cm. Wow! Kelomang ini bahkan sering ditampilkan dalam berbagai pameran, membuat banyak pengunjung tertarik. (Hilal)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
26 November 2025
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

SPPG Karangtanjung
Dapur MBG SPPG Karangtanjung Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Operasional Tetap Berjalan
News
Pemkot Serang
Tangani Banjir di Berbagai Wilayah, Pemkot Serang Ajukan Bantuan ke Provinsi dan Pusat
News
Tambang ilegal di Cilegon
Pemprov Banten Tutup Tambang Ilegal di Cilegon, Satgas Petakan Lokasi di Ciwandan dan JLS
News
Rekonstruksi
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anak Kader PKS Dilaksanakan Tertutup di BBS 3
News
Huntara Cigobang
Bertahan Menginap di Kantor Bupati, Warga Huntara Cigobang Tuntut Kejelasan Hunian Permanen
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?