linimassa.id – Peranan penting pohon bagi kehidupan sangatlah vital. Pohon memberikan banyak manfaat bagi seluruh makhluk hidup dan kehidupan di bumi.
Pohon menjaga suhu bumi tetap dingin, menyerap karbon dan menyaring polusi udara. Pohon juga memitigasi bencana alam dengan mengatur cuaca, menstabilkan tanah dan mencegah erosi.
Pada momen peringatan Hari Pohon Sedunia setiap 21 November, saatnya mengetahui manfaat pohon.
Manfaat pohon secara langsung, yaitu membentuk keindahan dan kenyamanan (teduh, segar, sejuk) dan menghasilkan bahan-bahan untuk dimanfaatkan (kayu, daun, bunga, dan buah).
Sementara manfaat tidak langsung, sebagai pembersih udara yang sangat efektif, menjaga kelangsungan persediaan air tanah, dan pelestarian fungsi lingkungan beserta segala isi flora dan fauna yang ada alias konservasi keanekaragaman hayati.
Manfaat lainnya yakni keindahan, mencegah erosi, mengatur tata air, menurunkan suhu setempat, tempat hidup satwa, menjaga keseimbangan alam, melindungi dari panas, angin dan debu, menghasilkan 02 (oksigen) dan CO2 (karbondioksida), dan tempat belajar mengenal tanaman.
Penyerap Polutan
Sekadar tahu, dalam Petunjuk Teknis Penanaman Spesies Pohon Penyerap Polutan Udara yang diterbitkan oleh KLHK (2015), disebutkan bahwa 1 hektar Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dipenuhi pohon besar, dapat menghasilkan 0,6 ton oksigen untuk 1.500 penduduk/hari dan menyerap 2,5 ton karbon dioksida/tahun.
Satu hektar RTH juga dapat menyimpan 900 m3 air tanah/ tahun, mentransfer air sebanyak 4.000 liter/hari, menurunkan suhu 5-8°C, meredam kebisingan 25-80 %, dan mengurangi kekuatan angin sebesar 75-80 %.
Kemampuan pohon untuk menyerap CO2 merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengatasi perubahan iklim. Penyebab utama dari perubahan iklim adalah peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer bumi yang disebabkan oleh aktivitas manusia (antropogenik). Itu salah satu manfaat pohon.
CO2 merupakan salah satu gas rumah kaca utama pemicu perubahan iklim. Melalui proses fotosintesis, pohon menyerap CO2, menyimpan karbon dan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh makhluk hidup. Banyak manfaat jangka pendek maupun jangka panjang yang bisa didapatkan dengan menanam pohon.
Asal Mula
Hari Pohon Sedunia atau World Tree Day yang diperingati setiap 21 November, bertujuan memperingati pentingnya pohon serta sebagai wujud kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Situs Britannica menyebut, Hari Pohon Sedunia berawal pada 1854, di mana Julius Sterling Morton dan istrinya, Caroline Joy French, pindah dari Michigan ke Nebraska, sebuah wilayah yang baru terbentuk tanpa pepohonan.
Dengan kondisi ini, dia berusaha mendorong warga untuk menanam pohon untuk melestarikan lingkungan dan memperindah wilayah pemukiman tempatnya tinggal.
Pada 10 April 1872, Julius Sterling Morton mengusulkan satu hari untuk menanam pohon. Selanjutnya, Hari Pohon Sedunia ditetapkan pada 21 November.
Perayaan Hari Pohon Sedunia pertama kali diselenggarakan di Spanyol. Pada saat memperingatinya, banyak pihak melakukan gerakan penanaman pohon. Dunia menyebutnya sebagai Arbor Day. Arbor diambil dari bahasa latin yang berarti pohon.
Peringatan Hari Pohon Sedunia muncul untuk menghormati jasa dari Julius Sterling Morton terhadap satu juta pohon yang telah ia tanam di Nebraksa pada tanggal 10 April 1872.
Seiring perkembangan maka pada 21 November 2021 diperingati sebagai Hari Pohon Sedunia. Hal ini merupakan bentuk kesadaran terhadap pentingnya pohon bagi kehidupan. Hari Pohon Sedunia juga bertujuan untuk mengajak atau mengampanyekan masyarakat untuk melakukan penanaman, merawat dan melestarikan pohon. (Hilal)



