linimassa.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggarisbawahi bahwa ancaman perubahan iklim dan pencemaran laut oleh sampah bukanlah masalah sepele. Dalam pernyataannya, Jokowi menegaskan bahwa fenomena ini dapat mengancam tidak hanya keberlangsungan laut tetapi juga kedaulatan dan kesatuan wilayah negara.
Dalam pidato yang disampaikannya usai memimpin KTT AIS Forum, Presiden Jokowi menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi global yang semakin tidak menguntungkan.
“Saya sering mengatakan, sudah sering saya katakan bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja. Sebab ancaman perubahan iklim sangat nyata, kenaikan permukaan laut, pencemaran laut oleh sampah dan limbah makin terasa dampaknya,” ujar Jokowi.
Beliau menekankan bahwa dampak dari ancaman ini tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga mencakup dimensi nasional, terutama dalam hal kedaulatan dan kesatuan wilayah negara.
Presiden Jokowi juga memberikan perhatian khusus pada permasalahan pencemaran laut oleh sampah dan limbah. Dampak pencemaran laut ini mencakup kerusakan lingkungan laut dan kelautan serta ancaman terhadap sumber daya alam laut yang penting bagi ekosistem dan kehidupan manusia.
Dalam konteks inisiatif global, Jokowi menekankan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pencemaran laut. KTT AIS Forum menjadi forum penting yang membahas berbagai isu lingkungan dan laut, dan Presiden Jokowi memimpin dengan komitmen untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan keberlangsungan laut demi kepentingan bangsa dan dunia.
Pernyataan Presiden Jokowi ini mencerminkan peran Indonesia sebagai pemain penting dalam isu-isu lingkungan global dan komitmen pemerintah untuk melindungi sumber daya alam laut serta menjaga kedaulatan dan kesatuan wilayah negara.


