SERANG, LINIMASSA.ID- Sebanyak dua kepala desa di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, berkesempatan untuk belajar ke Korea Selatan.
Mereka akan menuntut ilmu selama kurang lebih 10 hari lamanya di negara gingseng bersama denganpeserta dari negara lain yakni Bangladesh dan Vietnam. Kegiatan tersebut bertajuk pelatihan saemaul movment atau saemaul undong tahun 2025.
Pelatihan kepala desa di Kabupaten Serang tersebut untuk meningkatkan kapasitas pemerintah pusat, pemerintah daerah dan penerintah desa dalam pengembangan komunitas berbasis perinsip saemaul undong.
Diketahui ada sebanyak 11 orang yang menjadi perwakilan peserta dari Indonesia, yakni 9 orang peserta dari Kementerian Desa dan PembangunanDaerah Tertinggal (Kemendes PDT) dan dua orang lainnya merupakan kepala desa.
Dua kepala desa di Kabupaten Serang, yakni Kepala Desa Sindang Heula, Kecamatan Pabuaran Suheli dan Kepala Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara, Ruhul Amin.
Kepala Desa Sindang Heula, Kecamatan Pabuaran, Suheli mengatakan, telah berangkat ke korea sejak tanggal 31 Agustus 2025. Ia mengatakan, akan berada di Korea selama kurang lebih 10 hari di sana untuk belajar.
“Jadi transfer program-program dan kegiatan yang ada di Korea Selatan, khususnya di bidang pertanian, kemudian leadership, kemandirian, serta diajarkan kedisiplinan waktu dalam memanage pekerjaan,” katanya saat dihububgi melalui sambungan telepon, Selasa 2 September 2025.
Kepala Desa di Kabupaten Serang Belajar Kelola Pertanian

Ia mengatakan, hanya ada dua orang peserta kepala desa di Kabupaten Serang yang berangkat dari unsur Kepala Desa yang berangkat ke Korea, yakni Kepala Desa Sindang Heula dan Kepala Desa Margagiri.
Mereka akan belajar bersama dengan perwakilan dari dua nergara lainnya yakni Bangladesh dan dari Vietnam. “Karena di sini ada tiga negara yang diundang oleh Korea itu Indonesia kemudian Vietnam sama Bangladesh. Semua masing-masing ada 11 peserta,” ujarnya.
Ia berharap, nantinya banyak ilmu-ilmu yang bisa dibawa ke Kabupaten Serang setelah belajar di Korea Selatan. “Intinya kita belajar di Korea ingin sekali menerapkan program-program yang memang sudah terlaksana di Korea,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang Hartadi menilai, program belajar ke Korea Selatan ini sangat bagus untuk peningkatan wawasan dan kapasitas kades.
Ia mengungkapkan, persoalan yang terjadi di desa merupakan hal yang kompleks, beragam, dan rumit, maka kepala desa harus dibekali ilmu dan pengalaman yang matang di berbagai bidang.
Selain itu, di desa juga memiliki banyak potensi alam yang belum bisa termaksimalkan dengan baik, ia berharap, kepada desa di Kabupaten Serang setelah belajar ke Korea Selatan bisa membangun kesejahteraan masyarakat dengan memaksimalkan potensi alam.
“Jadi supaya ketersediaan lahan seperti kebun dan pertanian bisa menggerakkan perekonomian dengan masif,” ungkapnya.



