linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: 13 Ribu Dokter di Banten Sebarannya Tak Merata
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > 13 Ribu Dokter di Banten Sebarannya Tak Merata
News

13 Ribu Dokter di Banten Sebarannya Tak Merata

Andra
3 September 2025
Share
waktu baca 4 menit
Dokter di Banten
Dokter di Banten lebih banyak di Tangerang Raya
SHARE

SERANG, LINIMASSA.ID – Sebanyak 13 ribu dokter di Banten penyebarannya tidak merata, kebanyakan hanya menjalankan praktek di wilayah Tangerang Raya.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, Provinsi Banten saat ini memiliki sekira 13 ribu dokter umum dan spesialis. Namun lebih dari 10 ribu rokter terkonsentrasi di wilayah Tangerang Raya.

Sedangkan, kata Andra, dokter di Banten untuk wilayah barat dan selatan yakni Serang, Cilegon, Pandeglang dan Lebak masih mengalami kekurangan.

”Padahal jumlah dokter kita cukup besar, sekitar 13 ribu orang. Tapi distribusinya belum merata,” ujar Andra.

Dengan jumlah dokter di Banten ini, Andra menegaskan komitmen Pemprov Banten dalam mempercepat penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Andra juga menyoroti ketimpangan distribusi dokter di Banten yang dinilai menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemprov Banten.

“Persoalan distribusi dokter di Banten yang mengalami ketimpangan ini harus ada solusi bersama,” kata Andra dalam pertemuan bersama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten/Kota, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Banten, serta Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Rabu, 3 September 2025.

Hasil pertemuan tersebut, Pemprov Banten pun berencana memberikan insentif khusus bagi dokter di Banten yang bersedia bertugas di wilayah dengan keterbatasan tenaga kesehatan.

“Kita juga akan membuka peluang beasiswa bagi tenaga kesehatan untuk melanjutkan pendidikan. Dengan begitu, jumlah dokter spesialis dan subspesialis di Banten bisa meningkat,” ujar Andra.

Solusi Distribusi Dokter di Banten

Dokter di Banten
Gubernur Banten Andra Soni soroti Dokter di Banten yang distribusinya tak merata

Dalam jangka pendek untuk distribusi Dokter di Banten, Pemprov akan mengembangkan tenaga khusus untuk memenuhi kebutuhan sembilan jenis tenaga kesehatan di puskesmas, terutama di wilayah barat dan selatan. Opsi outsourcing tenaga dokter juga tengah dijajaki.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Sementara itu, untuk jangka panjang, program beasiswa tenaga kesehatan akan diperluas. Andra juga mendorong universitas dengan fakultas kedokteran di Banten seperti Untirta, UPH, UHMK, UIN, dan UMJ untuk aktif berkontribusi.

Kepala Dinkes Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, selain distribusi dokter di Banten, pertemuan ini juga membahas percepatan eliminasi TBC. Banten ditargetkan menemukan 50 ribu penderita TBC melalui skrining aktif. Hingga kini capaian penemuan kasus mencapai 78 persen, dan ditargetkan 100 persen pada akhir 2025.

“Target pemerintah pusat adalah 50 ribu penderita. Saat ini capaian kita 78 persen. Insya Allah, Desember nanti bisa mencapai 100 persen,” terang Ati.

Beberapa kendala dalam eliminasi TBC antara lain keterbatasan tenaga kesehatan, pencatatan data yang belum real time, serta pemanfaatan alat Tes Cepat Molekuler (TCM) yang belum optimal.

Untuk itu, Pemprov Banten menyiapkan langkah-langkah strategis, seperti memanfaatkan mahasiswa kedokteran untuk membantu dokter di Banten melakukan skrining dan penginputan data, memperkuat monitoring serta evaluasi fasilitas kesehatan dan memperluas layanan TCM Truenat di 13 faskes melalui KSO. “Penguatan layanan kesehatan akan terus menjadi prioritas,” tegas Ati.

Ia mengatakan, pertemuan ini adalah awal untuk menyatukan langkah seluruh kepala dinas kesehatan dan IDI Wilayah Banten. “Masukan ini menjadi dasar bagi Pemprov Banten dalam menentukan kebijakan strategis kesehatan ke depan,” tambahnya.

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- HUT RI -
Ad imageAd image
- 14 AGUSTUS 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Kejari Kota Tangsel
Kejari Kota Tangsel Musnahkan Barang Bukti dari 124 Perkara, Narkoba Paling Mendominasi
News
Air sungai di Lebak
Gegana Brimob Ambil Sampel Air Sungai di Lebak, Diduga Terkait Aktivitas Pembangkit Listrik
News
Ganja
BNN Banten Musnahkan 15,4 Kilogram Ganja, Disita dari Penumpang Bus
News
Gunung Anak Krakatau
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Pariwisata, Kerugian Disebut Capai Belasan Miliar
News
Mal Ramayana
Pria 26 Tahun Tewas Jatuh dari Mal Ramayana Kota Serang, Diduga dalam Pengaruh Alkohol
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan