LINIMASSA.ID, TANGSEL -Uji coba rekayasa lalu lintas berupaya pengaturan dia titik U-Trun di Jalan Raya Rawa Buntu, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah berakhir, pada Rabu (30/9/2026).
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan, Martha Lena mengatakan bahwa rekayasa anan dilanjutkan sampai pekan depan.
“Iya benar bahwa uji coba dilanjutkan. Pada minggu depan nanti kita rapat evaluasi terbaik rekayasa lalu lintas tersebut,” kata Martha saat dikonfirmasi.
Menurutnya, penambahan waktu menjadi bagian kajian sebelum penataan permanen diterapkan. Kata dia, hasil evaluasi sementara pihaknya dengan adanya putar balik diklaim memberikan dampak positif terhadap keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
“Konflik lalu lintas pada Simpang Tiga Haji Saran berkurang melalui pengalihan sebagian manuver kendaraan ke titik putar balik berikutnya,” sebutnya.
Walaupun begitu, ia mengakui bahwa uji coba masih berada dalam tahap penyesuaian atau adaptasi bagi pengguna jalan.
“Masih terdapat kendaraan roda 2 beberapa yg melanggar arus. Hal ini terus dilakukan persuasif oleh petugas Kepolisian dan Dishub untuk tertib dalam berlalu lintas,” bebernya.
Disisi lain, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangsel tengah menyiapkan penataan median jalan dan dua fasilitas U-Turn tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Ahmad Fatulloh mengatakan, bahwa pihaknya merencanakan pembangunan median sepanjang 273 meter dengan lebar yang bervariasi hingga sekitar empat meter.
“Adapun dua U-Turn akan dibangun di dua lokasi dengan lebar sekitar 25 meter dan 35 meter,” katanya.
Fatulloh berharap keberadaan median dan U-Turn yang lebih tertata dapat membantu menciptakan pergerakan kendaraan yang lebih teratur sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Saat pembangunan nanti berlangsung, pengguna jalan juga akan menghadapi rekayasa lalu lintas karena adanya penyempitan sebagian ruas jalan. Pengaturan tersebut akan dilakukan dengan pengalihan jalur kanan pada area pekerjaan.
Dinas SDABMBK mengimbau masyarakat untuk memperhatikan rambu-rambu lalu lintas yang dipasang serta mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif selama proses konstruksi.
“Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar dampaknya dapat diminimalkan, terutama pada jam-jam sibuk. Kami juga akan melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat agar tidak terjadi kebingungan saat pengerjaan berlangsung,” bebernya. (KO/RED)

