LINIMASSA.ID, TANGSEL – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan atau Dikbud Kota Tangsel terus berupaya meningkatkan angka partisipasi sekolah pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) wajib belajar 13 tahun.
Salah satu upayanya dilakukan melalui program peningkatan saran dan prasarana penunjang kegiatan belajar di PAUD. Program ini tertuang dalam Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Wali Kota Tangsel dan Wakil Wali Kota Tangsel pada 2025-2029.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal Dikbud Kota Tangsel Rizkia Fitria mengatakan, target tahun 2026 program tersebut akan direalisasikan untuk 115 lembaga.
“Ada total 115 satuan lembaga pendidikan, di murni kita sudah alokasikan dan dilanjutkan nanti pada anggaran perubahan,” katanya ditemui di kantornya, Selasa, 28 Juli 2026.
Rizkia menerangkan, pada anggaran murni 2026 program tersebut sudah direalisasikan di 72 lembaga satuan pendidikan.
Lembaga penerima program pun, kata Rizkia, tidak dipilih secara asal karena berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi baik dari pengawas dan penilik.
Program peningkatan sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini direalisisasikan berupa hibah mebeler hingga alat peraga edukasi.
“Ada mebeler meja, kursi buat anak-anak, loker penyimpanan tas, papan tulis, alat peraga edukasi dan lainnya. Dikbud Tangsel memiliki pengawas untuk lembaga pendidikan formal dan penilik untuk lembaga non formal, mereka memastikan kelayakan lembaga tersebut mendapat bantuan progran atau tidak,” papar Rizkia.

Rizkia menuturkan, program tersebut dijalankan dengan alokasi anggaran sekira Rp4 miliar untuk tahun 2026. Diharapkan, dapat meningkatkan angka partisipasi sekolah wajib belajar 13 tahun.
“Dengan kita mendukung sarana prasarana, diharapkan dapat menaikan angka partisipasi sekolah (APS) yang wajib belajar 13 tahun. Saat ini sudah 90 persenan (APS) di jenjang PAUD, tapi kita harus tetap naikkan hingga maksimal,” tuturnya. (Adv)

