linimassa.id – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Bogor, di bawah pimpinan Sekretaris Daerah, Syarifah Sofiah, bersama petani cabai mandiri, melaksanakan panen bersama di lahan pertanian perkotaan di jalan Guru Muchtar, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, pada Kamis (04/01/2024).
Kegiatan panen bersama ini merupakan yang ke-21 sejak pohon cabai memasuki masa panen tiga bulan. Meski sudah mengalami 20 kali panen sebelumnya, produksi cabai tetap memuaskan.
Syarifah Sofiah, Ketua TPID Kota Bogor, menjelaskan bahwa upaya pengendalian inflasi dilakukan melalui program pemerintah kota, seperti gerakan bazar murah dan pangan murah. Kerjasama dengan daerah produsen penghasil tanaman pangan juga menjadi bagian dari strategi, walaupun tantangan terutama muncul ketika daerah produsen mengalami serangan hama.
Sekda Kota Bogor menekankan pentingnya pertanian di lahan perkotaan untuk mengatasi lonjakan harga dan kebutuhan pangan. “Kita harus punya cadangan-cadangan seperti ini pertanian di lahan perkotaan,” ujarnya.
Kota Bogor, yang pendapatannya ditunjang oleh sektor MICE, membuat pertumbuhan sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeca) berkembang pesat. Hal ini membuat kebutuhan bahan pangan tidak hanya untuk konsumsi masyarakat tetapi juga untuk Horeca.
Muhammad Haerudin atau Kendi, seorang petani mandiri, menyewa lahan yang sebelumnya tidak produktif untuk ditanami cabai. Ia merasakan tantangan dalam merawat tanaman cabai dan menghadapi fluktuasi harga. Kendi menekankan perlunya perawatan intensif untuk menjaga kualitas dan produktivitas tanaman cabai.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor memberikan dukungan dan penyuluhan kepada petani mandiri dan kelompok tani. Chusnul Rozaqi, Kepala DKPP Kota Bogor, menyatakan bahwa pihaknya terus memberikan bantuan dan pendampingan kepada para petani, serta melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat untuk mendorong pertanian pekarangan. (AR)


