LEBAK, LINIMASSA.ID – Seorang pelancong asal Jakarta, Rangga Putra (20), dilaporkan meninggal dunia setelah terseret gelombang laut di Pantai Ciantir, kawasan Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, pada Sabtu, 8 Februari 2026.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban berenang di zona berbahaya yang ditandai dengan bendera merah. Rangga diketahui tidak memiliki kemampuan berenang sehingga langsung terbawa arus laut yang cukup kuat.
Ketua Balawista Lebak, AM Erwin Komarsukma, menjelaskan bahwa korban di Pantai Ciantir diduga mengalami banyak kemasukan air laut.
“Korban wisatawan asal Jakarta atas nama Rangga dinyatakan meninggal dunia. Dugaan sementara karena terlalu banyak menelan air laut, mengingat korban sama sekali tidak bisa berenang,” ujarnya.
Erwin menuturkan, korban datang bersama enam rekannya ke Pantai Ciantir sekitar pukul 09.00 WIB dengan tujuan berlibur di kawasan wisata Sawarna.
Setibanya di lokasi, mereka sempat bermain di tepi pantai sekitar pukul 09.30 WIB sebelum korban memutuskan untuk masuk ke laut.
“Korban mencoba bermain air di area yang telah diberi tanda bendera merah. Tak lama kemudian, korban langsung terseret arus ke arah tengah laut,” jelas mantan anggota DPRD Lebak tersebut.
Upaya Penyelamatan di Pantai Ciantir
Petugas penjaga Pantai Ciantir yang berada di lokasi segera melakukan upaya penyelamatan menggunakan teknik body rescue dan board rescue. Korban berhasil dievakuasi, namun kondisinya sudah kritis.
“Kami sempat memberikan pertolongan pertama dengan CPR, tetapi korban tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia,” tambah Erwin.
Ia juga mengimbau seluruh wisatawan agar selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan serta mengikuti arahan petugas yang berjaga di kawasan pantai.
“Pengunjung diharapkan tidak berenang di area Pantai Ciantir yang sudah diberi tanda peringatan karena arus laut sangat kuat. Ini penting demi mencegah kejadian serupa terulang kembali,” pungkasnya.



