linimassa.id – Terlihat menawan di pinggir atau tengah jalan, pohon Tabebuya kerap ditanam di perkotaan. Pohon ini sudah dijadikan tanaman peneduh jalan raya di Surabaya, Batu, Magelang, Malang, Purwokerto, Kediri, Karanganyar, Semarang dan kota-kota lainnya.
Lantaran, warnanya yang cantik dan sangat cocok sebagai pohon peneduh jalan maupun taman.
Tabebuya adalah salah satu pohon dengan kecantikan bunganya yang memikat banyak orang. Buktinya, puluhan ribu pohon ini ditanam oleh Pemerintah Kota Surabaya berhasil menyita perhatian publik yang berbondong-bondong ingin melihatnya.
Seringkali tanaman ini disangka sebagai tanaman Sakura oleh kebanyakan orang, karena bila berbunga bentuknya mirip seperti bunga sakura.
Namun kedua tanaman ini sebenarnya tidak berkerabat. Pohon tabebuya memiliki kelebihan di antaranya daunnya tidak mudah rontok, di saat musim berbunga maka bunganya terlihat sangat indah dan lebat, akarnya tidak merusak rumah atau tembok walau berbatang keras.
Pohon ini memiliki bunga yang berbeda-beda warna. Ada warna kuning dan berbentuk terompet, ada juga yang berwarna pink, ungu, bahkan merah tua.
Banyak sekali varian pohon ini dari berbagai negara dalam genus handroanthus dan tabebuia dengan warna bunganya yang beraneka macam, tetapi varian yang sering dijumpai di Indonesia adalah yang bunganya berwarna kuning dengan panjang 3–11 cm, berbentuk terompet dan bergerombol.
Setiap spesies pohon ini memiliki warna yang berbeda-beda, saat ini warna yang banyak dikenal adalah putih, merah muda, kuning, kuning jingga, magenta, plum, dan ada yang merah.
Terdapat motif garis warna ungu di dalam bunganya. Tabebuya pada musim berbunganya mampu menghasilkan jumlah bunga yang sangat banyak dan tidak putus sejak awal musim kemarau hingga menjelang musim hujan. Bahkan sekarang ini musim pembungaan tanaman ini dapat diatur melalui manipulasi pola pemupukan.
Habitat Asli
Habitat asli Tabebuya di Brasil berada di daerah dengan iklim kering, sehingga tanaman ini memiliki ketahanan hidup yang tinggi dalam cuaca kering.
Hal ini sangat sesuai karena tanaman penghijauan umumnya dihadapkan pada kurangnya penyiraman di saat musim kemarau. Pohon ini adalah pohon hias populer yang dapat tumbuh di berbagai jenis tanah di daerah subtropis dan tropis.
Tabebuya adalah pohon dengan pemeliharaan rendah, di mana pemangkasan dibutuhkan hanya untuk menghilangkan tangkai yang mati atau rusak. Jarang ada hama atau penyakit yang mengganggu tanaman ini.
Ada dua jenis pohon tabebuya yang populer sebagai tanaman hias pekarangan: Tabebuya kuning (Handroanthus chrysotrichus) yang pohonnya besar mencapai tinggi 8 m, dan Tabebuya merah muda (Handroanthus impetiginosus atau Handroanthus heptaphyllus) .
Manfaat
Pohon tabebuya biasa dimanfaatkan sebagai pohon peeduh jalan. Tanaman peneduh sendiri didefinisikan sebagai jenis tanaman berbentuk pohon dengan percabangan yang tingginya lebih dari 2 meter dan dapat memberikan keteduhan dan menahan silau cahaya matahari bagi pejalan kaki.
Tabebuya yang menawarkan keindahan mekar dan jatuhnya bunga bak pohon sakura di Jepang, cocok menjadi spot foto-foto atau tempat nongkrong.
Apalagi, keistimewaan bunga tabebuya yakni bunganya hampir mirip dengan bunga sakura, begitu juga dengan warna-warnanya seperti merah muda ditambah dengan varian warna seperti ungu, kuning, dan putih,
Perbedaannya adalah, jika bunga sakura mekar saat musim semi sekitar bulan Maret dan Mei, bunga tabebuya bisa mekar di bulan Juli, Oktober, November saat sebagian di Indonesia mengalami musim panas dan musim hujan.
Merawat pohon tabebuya cukup simpel. Beri pupuk setidaknya dua kali dalam setahun. Setelah tiga tahun kurangi pemupukan karena bisa mencegah pembungaan.
Sisanya, pangkas pohon tabebuya secara teratur untuk merapikan pohon dan menciptakan bentuk yang diinginkan. Pangkas juga semua cabang yang mati atau rusak. (Hilal)



