linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Sibling Rivalry, Jangan Beda-bedakan Anak!
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Sibling Rivalry, Jangan Beda-bedakan Anak!
Gaya Hidup

Sibling Rivalry, Jangan Beda-bedakan Anak!

Hilal Ahmad 24 Oktober 2023
Share
waktu baca 9 menit
Sibling rivalry, persaingan antar anak kandung.
Sibling rivalry, persaingan antar anak kandung.
SHARE

linimassa.id – Saat kecil, umumnya saudara kandung kerap berkelahi dan berseteru. Mereka seperti berkompetisi tiada henti. Saatnya kita pahami sibling rivalry.

Contents
Bisa Sampai DewasaPenyebabDampakCara Mengatasi

Sibling rivalry bisa diartikan sebagai kompetisi antar saudara kandung, baik antar saudara kandung yang berjenis kelamin sama ataupun berbeda.

Kompetisi ini diwarnai oleh rasa iri, cemburu, dan persaingan. Bersaing untuk mendapatkan sesuatu, seperti perhatian ibu, mainan baru, dan lain-lain.

Bersaing bisa pula untuk membuktikan sesuatu, seperti menjadi yang paling berprestasi, paling disayang orangtua, paling banyak teman, dan lain-lain.

Sibling rivalry lebih sering dialami antara saudara kandung yang jarak usianya lebih dekat, misalnya hanya berjarak 1–2 tahun. Penyebabnya beragam, tetapi kerap terjadi karena rasa iri dan cemburu untuk mendapatkan sesuatu, seperti perhatian orang tua.

Persaingan antar saudara kandung ini dapat terlihat sejak ibu mengandung anak kedua. Beberapa anak pertama akan menunjukkan sikap senang dengan calon adik baru namun beberapa mulai menunjukkan sikap makin rewel, menolak berpisah dengan ibu, dan lain-lain.

Setelah anak kedua lahir, anak pertama melihat kasih sayang dan perhatian orangtua tercurah pada anggota baru di keluarga. Ia tidak lagi menjadi paling istimewa dan berkuasa.

Ia kini harus berbagi dengan adiknya. Waktu bermainnya dengan ayah dan ibu berkurang, barang-barang lamanya digunakan oleh adik ‘baru’ ini, keinginannya tidak lagi paling diutamakan.

Ini dapat memunculkan persaingan dengan adiknya tersebut demi mendapatkan perhatian dan kasih sayang orangtua.

 

- Advertisement -
Ad imageAd image

Bisa Sampai Dewasa

Seiring berkembangnya fisik, kognisi, dan mental anak, persaingan antar saudara kandung dapat menurun karena anak sudah lebih dapat berpikir tentang kondisi yang terjadi di sekitarnya. Akan tetapi, persaingan bisa pula berlanjut sampai dewasa.

Bentuk persaingan antar saudara kandung saat masih anak-anak, remaja, dan dewasa dapat berbeda terkait kebutuhan yang juga berbeda dalam setiap tahap perkembangan.

Saat masih anak-anak, yang diperebutkan adalah mainan atau waktu bermain dengan orangtua. Mereka protektif sekali dengan mainan pribadi sehingga kesal jika mainan tersebut diambil saudara kandung lain.

Hal lain yang biasa terjadi adalah salah satu cemburu dengan mainan yang dimiliki lainnya lalu akhirnya berebut mainan.

Beranjak remaja, mereka mulai mencari jati diri dan independensi. Ada penyesuaian akan perubahan fisik, sosial, dan emosi.

Persaingan antar saudara kandung muncul dalam bentuk bentrokan peran dan tanggung jawab. Salah satu menganggap tugas dan perannya tidak sebanding dengan yang lainnya, orangtua dianggap berlebihan atau tidak adil dalam membagi tugas.

 

Penyebab

Pada dasarnya, penyebab utama terjadinya sibling rivalry adalah rasa cemburu yang muncul akibat melihat orang tuanya membagi rasa kasih sayang kepada adik atau kakaknya.

Anak yang berusia kurang dari 2 tahun, lalu memiliki adik juga bisa menimbulkan persaingan. Alasannya, saat usia tersebut, anak belum mengerti makna dari memiliki saudara kandung bila tidak dikenali sejak awal tentang konsep kakak beradik dan tidak memperoleh kasih sayang yang adil.

Terlebih lagi, ia melihat orang tuanya membagi kasih sayangnya dengan anak lain yang akan membuatnya merasa tersaingi dan terabaikan.

Menyaksikan atau mendengar pertengkaran antara kedua orang tua juga bisa membuat anak stres dan frustrasi, sehingga cenderung melampiaskan rasa kesalnya kepada orang terdekat, seperti adik atau kakak.

Selain beberapa faktor di atas, ada beberapa perilaku orang tua yang biasanya dilakukan secara tidak sadar, tetapi dapat memperparah “persaingan” antarsaudara kandung, yaitu:

  • Memberikan pujian hanya kepada salah satu anak, misalnya kakak atau adik saja.
  • Membandingkan pencapaian setiap anak.
  • Mengajarkan anak berkompetisi satu sama lain.
  • Hanya memperhatikan kebutuhan dan minat salah satu anak.

 

Dampak

Meski terbilang normal, sibling rivalry yang terjadi terus-menerus dapat memperburuk hubungan antarsaudara kandung ke depannya, bahkan sampai dewasa. Oleh karena itu, orang tua perlu berperan sebagai penengah untuk mengatasi persaingan yang muncul.

Persaingan antar saudara kandung yang kurang diatasi dengan baik dapat berdampak pada diri anak sendiri, pada interaksi dengan orangtua, pada interaksi dengan saudara kandung, dan pada interaksi dengan lingkungan di luar keluarga.

Ini berkaitan dengan cara pandangnya terhadap kebutuhan pribadi dan respon orang sekitar dalam memenuhi kebutuhannya itu.

Jika anak melihat kebutuhan saudara kandungnya lebih terpenuhi daripada kebutuhan pribadinya, ia bisa merasa cemburu. Saat anak lebih besar, ia mungkin kurang percaya diri, minder, atau menarik diri. Interaksi dengan orangtua dapat terganggu juga, anak bisa jadi lebih dependen atau malah lebih agresif pada orangtua, terutama ibu.

Hubungan orangtua dan anak menjadi kurang hangat dan menyenangkan. Dampak pada saudara kandung salah satu yang bisa jelas terlihat. Hubungan kakak dan adik bisa renggang, malah saling bermusuhan padahal saudara kandung bisa menjadi sumber dukungan, tempat berbagi, dan teman yang baik.

Tidak hanya interaksi di dalam keluarga, interaksi anak dengan lingkungan luar pun bisa terganggu. Di sekolah mungkin saja anak kurang bergaul, beberapa kali bertengkar dengan teman sekelas, kurang bisa menyesuaikan diri, dan sebagainya.

Dampak negatif persaingan antar saudara kandung bisa diminimalisir. Orangtua tentu saja memegang peranan penting akan hal ini. Beberapa hal yang dapat diperhatikan orangtua:

Menghargai keunikan setiap anak. Salah satu perilaku yang cukup sering dilakukan orangtua adalah membanding-bandingkan, tidak selalu pakai kata “lebih dari” atau “kurang dari”, misalnya: “kakak kamu itu gak pernah ngerepotin mama”, “contoh dong adik kamu, juara terus di kelas”. Maksud orangtua mungkin untuk memotivasi anak supaya lebih baik, tetapi disadari atau tidak, ini pelan-pelan dapat menumbuhkan rasa iri dan tidak suka pada saudara kandungnya.

Anak-anak jadi saling berusaha merebut perhatian atau pengakuan dari orangtua atau sebaliknya malah menjauh dari keluarga. Setiap anak perlu mendapat penghargaan akan keunikan pribadinya.

Dua atau tiga orang anak lahir dalam keluarga yang sama, menurunkan gen yang sama tetapi bisa berbeda dalam hal kemampuan intelektual, bakat, minat, dan kepribadian.

Memberi perhatian dan kasih sayang yang proporsional untuk setiap anak. Bersikap adil pada setiap anak akan sulit sekali dilakukan, jika mengartikan adil sebagai memperlakukan setiap anak dengan sama. Apakah jika ibu memeluk adik, kakak harus dipeluk juga pada saat itu?

Atau saat anak pertama ulang tahun dan dapat kado, adik juga harus dapat kado? Setiap anak mendapat porsi untuk kasih sayang dan perhatian orangtua, menyediakan waktu berinteraksi dengan setiap anak.

Tidak hanya perhatian, penerapan disiplin juga ada porsinya untuk setiap anak. Menghindari adanya ‘anak favorit ayah’ atau ‘anak emas ibu’ akan membantu setiap anak merasa dipedulikan dan disayangi.

Persaingan antar saudara kandung mungkin tidak dapat dihindari tetapi bisa diatasi dengan cara yang sehat. Hubungan dengan saudara kandung adalah salah satu hubungan yang paling lama dimiliki selain hubungan dengan orangtua.

Memiliki hubungan yang mendalam dan bermakna dengan saudara kandung akan menjadi salah satu dukungan utama saat setiap orang mengalami kesulitan, tantangan, dan perubahan hidup.

 

Cara Mengatasi

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi terjadinya sibling rivalry:

  1. Tetap Tenang

Sebaiknya tetap tenang saat menghadapi si kakak dan si adik yang sedang bertengkar. Ini karena anak-anak cenderung mengikuti apa yang dilakukan oleh orang tua. Dengan begitu, anak akan belajar dan melakukan hal yang sama ketika berada dalam konflik.

  1. Ciptakan Lingkungan yang Kooperatif

Saat mereka bertengkar, sebaiknya hindari memihak salah satunya atau bahkan membanding-bandingkannya. Lebih baik bangun kebersamaan dengan mengajak berdiskusi untuk memecahkan masalah bersama dengan penyelesaian yang adil.

  1. Perlakukan Adil

Harus tetap bersikap adil. Misalnya, pemberian hukuman atau hadiah harus sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak. Ini bukan berarti Anda harus memberikan mainan yang sama kepada keduanya, tetapi berikan mainan yang berbeda sesuai dengan usia dan minat anak.

  1. Empati

Cara yang tidak kalah penting untuk mengatasi sibling rivaly adalah mengajarkan anak rasa empati. Ini bisa mengajarkan buah hati dengan menempatkan diri di posisi saudaranya.

  1. Buat Batasan

Untuk menghindari konflik terulang kembali, bisa membuat aturan dasar atas perilaku mana yang harus dan tidak boleh dilakukan. Sertakan juga hukuman yang akan diperoleh bila melanggarnya. Tentunya aturan tersebut harus bersifat netral dan adil, ya. (Hilal)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
26 November 2025
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

SPPG Karangtanjung
Dapur MBG SPPG Karangtanjung Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Operasional Tetap Berjalan
News
Pemkot Serang
Tangani Banjir di Berbagai Wilayah, Pemkot Serang Ajukan Bantuan ke Provinsi dan Pusat
News
Tambang ilegal di Cilegon
Pemprov Banten Tutup Tambang Ilegal di Cilegon, Satgas Petakan Lokasi di Ciwandan dan JLS
News
Rekonstruksi
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anak Kader PKS Dilaksanakan Tertutup di BBS 3
News
Huntara Cigobang
Bertahan Menginap di Kantor Bupati, Warga Huntara Cigobang Tuntut Kejelasan Hunian Permanen
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?