SERANG, LINIMASSA.ID – Memasuki satu tahun masa jabatan Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah, berbagai harapan mengemuka agar pembangunan di Provinsi Banten semakin dipercepat.
Momen refleksi ini dinilai sebagai fase penting untuk beralih dari penataan administratif menuju kebijakan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Ahmad Sururi, menilai pasangan tersebut telah melakukan pemetaan program strategis selama tahun pertama.
Meski demikian, ia mengingatkan agar efektivitas penggunaan anggaran lebih dioptimalkan sehingga hasilnya benar-benar terasa dalam peningkatan layanan dasar.
Memasuki tahun kedua, ia mendorong agar fokus pemerintahan lebih diarahkan pada persoalan kesejahteraan masyarakat, mulai dari pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran hingga peningkatan mutu layanan publik yang manfaatnya langsung dirasakan warga.
“Kalau ingin meninggalkan jejak sejarah, inilah waktunya memperbaiki kondisi Banten dengan menciptakan warisan kebijakan yang berdampak jangka panjang. Ukuran keberhasilan bukan banyaknya kegiatan, tetapi sejauh mana pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat,” ujar Sururi, Jumat 20 Februari 2026.
Setahun Andra-Dimyati, Ini Saran Akademisi
Menurutnya, berbagai agenda lapangan seperti peresmian proyek dan kunjungan kerja Andra-Dimyati menjadi modal komunikasi politik yang baik.
Namun, ia menyarankan agar energi tersebut kini difokuskan pada penyelesaian persoalan mendasar yang masih dihadapi daerah.
Sururi menilai, pada tahun kedua ini pemerintah perlu lebih tajam dalam mengatasi ketimpangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Banten, serta menekan angka pengangguran terbuka. Ia juga berharap pemerataan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan hingga pelosok daerah menjadi prioritas.
Ke depan, ia mendorong kepemimpinan Andra–Dimyati konsisten menjalankan program yang berbasis kebutuhan riil masyarakat. Ia meyakini percepatan di sektor strategis dapat mendorong perubahan yang lebih visioner.
“Tahun kedua menjadi momentum tepat untuk mempercepat digitalisasi pelayanan publik dan reformasi birokrasi. Pembangunan infrastruktur jalan serta jembatan di daerah tertinggal juga perlu diprioritaskan agar akses ekonomi masyarakat terbuka lebih luas,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya transparansi anggaran agar pembangunan berjalan berkelanjutan dan terhindar dari kegiatan yang sekadar seremonial.
Dengan pengawasan yang kuat, program pemerintah diharapkan mampu menjawab persoalan banjir maupun penataan ruang di Banten.
“Semoga Andra–Dimyati tetap konsisten pada program yang berorientasi pada kebutuhan publik, di atas dinamika politik. Ini peluang besar untuk membawa Banten melangkah lebih maju,” tutupnya.



