linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Serangan Kutu Busuk yang Menakutkan, Waspada!
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Serangan Kutu Busuk yang Menakutkan, Waspada!
Gaya Hidup

Serangan Kutu Busuk yang Menakutkan, Waspada!

Hilal Ahmad 15 November 2023
Share
waktu baca 6 menit
Wabah kutu busuk menyarang dunia.
Wabah kutu busuk menyarang dunia.
SHARE

linimassa.id – Wabah kutu busuk sedang melanda dunia. Setelah Prancis, kutu busuk menyerang Korea Selatan.

Contents
Penelitian WarrenMutasiInang

Tahun ini, kutu busuk dilaporkan muncul di sekolah-sekolah, kereta, rumah sakit, hingga bioskop di Paris. Namun serangan kutu busuk bukan terjadi baru-baru ini saja.

Laman BBC menyebut, pada 2020, salah satu unit di sebuah rumah sakit di Prancis harus ditutup setelah seorang pasien ternyata membawa kutu busuk. Penyelidikan menggunakan anjing pelacak mengungkap bahwa ada empat ruangan yang telah dihinggapi kutu busuk. Penutupan unit tersebut berlangsung selama 24 hari, dan menghabiskan biaya perawatan mencapai US$400.000 (Rp6,37 miliar).

Apa yang terjadi di Prancis tampaknya merupakan bagian dari fenomena global di mana serangga kecil, berbentuk oval dan lebih kecil dari sebutir beras ini, telah menjadi masalah yang kian mengkhawatirkan di kota-kota di seluruh dunia selama dua dekade terakhir.

Perjalanan internasional, yang memungkinkan serangga ini berpindah benua dengan menyelinap di antara bagasi penumpang pesawat, telah mempermudah penyebarannya.

Namun penelitian baru-baru ini mengungkap bahwa begitu kutu busuk sudah menetap di suatu tempat, mereka akan semakin sulit untuk diatasi

 

Penelitian Warren

Pada 2005, Warren Booth masih menjadi seorang peneliti muda pos-doktoral di North Carolina, AS, ketika dia mulai meneliti hal yang dianggap aneh ini.

Dia menghubungi perusahaan-perusahaan pengendali hama, dan meminta mereka mengirimnya kutu busuk yang dikenal sebagai Cimex lectularius.

Dalam kurun 2005-2009, dia berhasil mengumpulkan 161 sampel dari 38 negara bagian AS, yang masing-masing diambil dari infestasi (serangan hama atau parasit dalam jumlah besar) yang terpisah.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Dia bermaksud mempelajarinya, namun penelitiannya terhentik ketika dia diterima sebagai ahli genetika di Universitas Tulsa.

Sekitar 15 tahun kemudian, dia bekerja sama dengan mahasiswa pasca-sarjananya, Cari Lewis, yang telah mengumpulkan 233 kutu busuk dari negara-negara bagian AS pada 2018 hingga 2019.

Dengan sampel yang banyak itu, mereka kemudian mengurutkan DNA kutu busuk tersebut.

Mereka mencari mutasi di genom serangga tersebut yang memberi kode untuk saluran natrium.

Saluran ini penting bagi fungsi saraf pada kutu busuk dan manusia. Saluran tersebut terletak di dalam membran sel setiap neuron di tubuh.

Ketika terbuka, dia membiarkan atom atau ion natrium bermuatan positif mengalir dari luar neuron ke dalam.

Hal ini menyebabkan neuron “meningkat”, sehingga bisa mengirimkan sinyal ke seluruh tubuh.

Saluran natrium sangat penting untuk kelangsungan hidup kutu busuk, namun beberapa obat dapat menghentikan fungsinya.

Salah satunya pestisida DDT yang dilarang, dan insektisida piretroid yang merupakan obat bebas untuk mengatasi serangan kutu busuk.

Keduanya mengikat saluran natrium dan menghentikannya agar tidak menutup.

“Sarafnya terus menerus bekerja sehingga hewan tersebut mati karena lumpuh,” kata Booth yang kini menjabat sebagai professor entomologi perkotaan di Virginia Tech University di Blacksburg, AS.

 

Mutasi

Selama bertahun-tahun, kutu busuk telah mengalami tiga mutasi berbeda pada gen yang mengkode saluran natrium, dan mencegah insektisida mengikatnya.

Tidak diketahui secara pasti sejak kapan mutasi tersebut berkembang, namun setidaknya telah terjadi sejak 1950-an setelah DDT kerap digunakan pada Perang Dunia II.

Namun sampai saat ini, tingkat mutasi pada populasi kutu busuk masih sulit diukur.

Penelitian Booth dan Lewis menunjukkan bahwa 36% kutu busuk tua yang mereka kumpulkan di AS pada 2005-2009 mengalami satu mutasi pada gen saluran natriumnya, sedangkan 50% di antaranya mengalami dua mutasi.

Hanya 2,5% dari populasi yang tidak bermutasi, sehingga masih rentan terhadap insektisida.

“Setiap mengalami satu mutasi, mereka akan lebih resisten hingga ratusan kali lipat terhadap insektisida piretroid,” kata Booth.

“Kalau mereka mengalami kedua mutasi, maka mereka menjadi 16.000 kali lipat lebih resisten. Itu berarti Anda tidak akan bisa membunuh mereka. Anda bisa menuang satu ember penuh insektisida kepada mereka, tapi itu tidak akan memberi efek apa-apa.”

Dalam sampel kutu busuk yang lebih modern, yakni yang dikumpulkan pada 2018-2019, sebanyak 84% mengalami dua mutasi pada gen saluran natriumnya,.

Itu membuat kutu busuk memiliki perlindungan total. Tidak ada satu pun kutu busuk dari sampel terbaru di AS yang rentan terhadap insektisida.

“Kami melihat perubahan frekuensinya bukan karena mutasi tunggal, karena mutasi tunggal selalu ada, namun karena dua mutasi sehingga resistensi mereka menjadi lebih tinggi,” kata Booth.

“Hampir setiap populasi kutu busuk yang Anda lihat saat ini memiliki kedua mutasi tersebut, yang berarti sangat buruk karena Anda tidak akan bisa membunuh mereka. Ini berarti Anda tidak bisa pergi ke toko perkakas terdekat dan membeli insektisida yang dijual bebas dan berharap itu ada efeknya. Anda perlu bantuan pengendali hama profesional.”

 

Inang

Kutu busuk ini biasanya bersembunyi di kasur dan tempat tidur, suka memakan darah dan menggigit di malam hari. Kutu busuk dianggap sebagai salah satu hama pengganggu utama di dunia, inang utama kutu busuk adalah manusia,

Meskipun parasit dapat terinfeksi patogen manusia, belum ada penelitian ilmiah yang menemukan parasit tersebut menularkan penyakit.

Health Detik menyebut, jutu busuk betina dapat bertelur satu hingga lima telur sehari dan bisa bertelur 200 sampai 500 telur seumur hidupnya.

“Mereka bertahan hidup berbulan-bulan sambil menunggu makanan berikutnya,” kata para ahli pengendalian hama.

Mirisnya, wisatawan kereta api, penonton bioskop, dan influencer AS di Paris yang menghadiri Paris Fashion Week ikut terkena gigitan serangga tersebut. (Hilal)

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

Masjid Al Muhajirin Puri Serpong 2
Aktualisasi Nilai-nilai Quran, Masjid Al Muhajirin Puri Serpong 2 Peringati Nuzulul Quran
Khazanah
IKPP Tangerang
Berkah Ramadan 2026, IKPP Tangerang Salurkan 4.000 Liter Minyak Goreng Subsidi
Bisnis
PGN Tangerang
Dukung Pelaku Usaha Kuliner di Tangerang, Gas Bumi PGN Mengalir ke Dapur Pos Resto
News
Pemkot Tangsel gelar Bazar Ramadhan 2026 di Pamulang
Bazar Ramadhan 2026 di Pamulang Diapresiasi Warga: Alhamdulillah Membantu Masyarakat
Pemerintahan
ASN Pemprov Banten
ASN Pemprov Banten Dilarang Terima Parsel Lebaran, Gubernur Terbitkan Surat Edaran
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?