linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Seluruh Tambang Emas Ilegal di TNGHS Akan Ditutup
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Seluruh Tambang Emas Ilegal di TNGHS Akan Ditutup
News

Seluruh Tambang Emas Ilegal di TNGHS Akan Ditutup

Andra
4 Desember 2025
Share
waktu baca 2 menit
Tambang emas ilegal
Tambang emas ilegal di TNGHS ditutup, sebabkan ancaman kepunahan macan tutul
SHARE

LEBAK, LINIMASSA.ID – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan Garuda (Satgas PKH Garuda) menegaskan komitmennya untuk menutup seluruh aktivitas tambang emas ilegal atau pertambangan emas tanpa izin (Peti) di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan bencana ekologis seperti yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera.

Saat ini, Satgas telah menutup 281 titik tambang emas ilegal yang tersebar di Kabupaten Lebak, Sukabumi, dan Bogor.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menyampaikan bahwa bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi pelajaran penting sekaligus duka kolektif.

Ia menilai peristiwa tersebut erat kaitannya dengan kerusakan kawasan hutan akibat tambang emas ilegal, sehingga penanganan kejahatan kehutanan harus dilakukan dengan kesadaran dan empati bersama.

“Kita semua harus meningkatkan empati atas apa yang terjadi di Sumut, Aceh, dan Sumbar. Kejadian itu banyak dipengaruhi oleh kondisi hutan yang rusak,” ujar Dwi saat konferensi pers penertiban Peti di Blok Cirota, Kabupaten Lebak, Rabu 3 Desember 2025.

Penertiban Tambang Emas Ilegal

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Dansatgas PKH Garuda, Mayjen Dody Triwinarto. Ia menjelaskan bahwa operasi penertiban tambang emas ilegal dilakukan secara serentak di tiga wilayah.

Berdasarkan temuan Satgas, kerusakan akibat penambangan ilegal di masing-masing kabupaten telah mencapai 10 hingga 15 persen, dengan tingkat kerusakan terbesar berada di wilayah Lebak.

Dody menambahkan bahwa upaya membersihkan Peti bukan perkara sederhana, sebab aktivitas itu telah menjadi bagian dari sejarah panjang mata pencaharian masyarakat di sekitar TNGHS.

“Wilayah Lebak memiliki sejarah panjang terkait tambang emas ilegal. Jika pernah mendengar Cikotok, penambangan emas oleh Belanda sudah dilakukan di sini sejak tahun 1890-an,” jelasnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- HUT RI -
Ad imageAd image
- 14 AGUSTUS 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Hotel
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Pariwisata Banten, 70 Persen Booking Hotel Batal
News
Ponpes
Oknum Pimpinan Ponpes di Kramatwatu Dilaporkan ke Polda Banten, Diduga Cabuli Santriwati 14 Tahun
News
ISPA
Kasus ISPA di Banten Tembus 4.498 Saat Gunung Anak Krakatau Erupsi
News
Sawah di Kota Serang
17 Hektare Sawah di Kota Serang Gagal Panen
News
arisan fiktif
Puluhan Warga Lebak-Pandeglang Diduga Jadi Korban Arisan Fiktif, Kerugian Rp2,8 Miliar
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan