LEBAK, LINIMASSA.ID – Tradisi budaya Seba Baduy dan Seren Taun Kasepuhan Cisungsang kembali membawa nama Kabupaten Lebak ke panggung nasional.
Dua agenda adat tersebut resmi terpilih masuk dalam Kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata.
Kembalinya Seba Baduy dan Seren Taun dalam daftar KEN menjadi bukti kuat bahwa pelestarian budaya dan kearifan lokal masyarakat Lebak terus terjaga secara konsisten.
Kedua tradisi ini tidak hanya mempertahankan nilai-nilai leluhur, tetapi juga memiliki daya tarik besar bagi wisatawan dari berbagai wilayah.
Pada tahun sebelumnya, 2025, Seba Baduy dan Seren Taun juga tercatat sebagai event unggulan nasional dalam KEN.
Saat itu, pelaksanaannya mampu menarik ratusan ribu kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan sektor pariwisata di Lebak.
Seba Baduy dan Seren Taun Cisungsang
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Yosep Mohammad Holis, mengapresiasi pencapaian tersebut. Ia menilai masuknya kembali dua event budaya Seba Baduy dan Seren Taun Cisungsang ke KEN 2026 menunjukkan pengelolaan tradisi yang dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
“Masuknya Seren Taun Cisungsang dan Seba Baduy ke dalam Kharisma Event Nusantara 2026 merupakan capaian yang sangat positif. Ini menjadi indikator bahwa kedua event tersebut dikelola dengan baik oleh para pengelola adat di masing-masing wilayah,” ujar Yosep, Senin, 26 Januari 2026.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga para pemangku kepentingan yang terus mendukung pemajuan kebudayaan di Kabupaten Lebak.
“Dukungan dari Pemda, Pemprov, para stakeholder, serta Bupati Lebak sangat besar, khususnya dalam mendorong penguatan Seba Baduy dan Seren Taun sebagai agenda budaya unggulan,” tuturnya.
Yosep berharap, terpilihnya kembali dua tradisi adat tersebut dapat menjadi pemicu semangat bersama untuk menjadikan Seba Baduy dan Seren Taun sebagai penggerak utama pengembangan pariwisata daerah.
“Kedua event ini diharapkan menjadi lokomotif pariwisata Kabupaten Lebak,” katanya.
Menurutnya, dampak dari penyelenggaraan Seba Baduy dan Seren Taun tidak hanya dirasakan oleh satu kawasan, tetapi juga mampu menggerakkan destinasi wisata lain serta memberikan efek ekonomi yang luas bagi masyarakat.
“Yang terpenting, keberadaan event ini memberikan dampak ekonomi positif, baik bagi pemerintah daerah maupun para pelaku industri pariwisata di Lebak,” pungkas Yosep.



