linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Sana Arra, Balita Viral yang Tuai Kontroversi di Media Sosial
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Gaya Hidup > Sana Arra, Balita Viral yang Tuai Kontroversi di Media Sosial
Gaya Hidup

Sana Arra, Balita Viral yang Tuai Kontroversi di Media Sosial

Andra 6 Maret 2025
Share
waktu baca 4 menit
Sana Arra
Sana Arra sedang kontroversial
SHARE

LINIMASSA.ID – Sana Arra, seorang balita berusia empat tahun, baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Perilakunya yang dianggap kurang sopan oleh netizen membuat namanya trending di X yang sebelumnya Twitter dan menuai kritik terkait pola asuh yang diterapkan oleh kedua orang tuanya.

Sana Arra dikenal sebagai balita yang cakap berbicara, terutama dalam konten deep talk bersama orang tuanya di TikTok. Popularitasnya di dunia digital pun mengantarkannya ke berbagai acara televisi dan podcast di kanal YouTube. Namun, kepolosannya dalam bertanya mengenai hal-hal pribadi kepada host di beberapa kesempatan justru memicu kontroversi di kalangan netizen.

Salah satu momen yang membuat Sana Arra viral adalah ketika ia mengajukan pertanyaan sensitif terkait agama kepada salah satu host di sebuah acara televisi. Hal ini membuat netizen terkejut dan mempertanyakan apakah tindakan tersebut pantas dilakukan oleh anak seusianya.

Tak hanya itu, respons orang tuanya yang terkesan membiarkan perilaku Sana Arra semakin menuai reaksi negatif. Selain komentar mengenai pembahasan agama, ada juga momen di mana Arra menanggapi temannya dengan jawaban yang dianggap tidak sopan.

Sana Arra Viral

Dalam salah satu video, seorang temannya berkomentar tentang bekal makanannya, dan Sana Arra dengan santai menjawab, “Iya lah, bubuku mah otaknya dipake,” pernyataan ini menimbulkan perdebatan di media sosial. Banyak yang menilai bahwa penggunaan kata “otak” dalam konteks tersebut terdengar kasar, terlebih bagi seorang anak kecil.

Tak hanya itu, Arra juga dikritik terkait cara ia memasarkan barang dagangannya. Melihat dari Kanal YouTube Atta Halilintar (AH), dalam acara tersebut Ara membeberkan bagaimana cara berdagangnya di sekolah. “Aku kasih ke temen-temen, sampai rumah aku tagih orang tuanya,” ujar Arra dalam podcast tersebut.

Beberapa netizen membagikan pengalaman di mana Arra membagikan dagangannya ke teman-temannya tanpa menyebutkan bahwa barang tersebut dijual. Ketika orang tua dari teman-temannya mengetahui bahwa barang tersebut berbayar, mereka merasa kaget karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan.

Seiring dengan meningkatnya kritik dan perdebatan, kedua orang tua Arra akhirnya memberikan klarifikasi pada 28 Februari lalu di akun Instagram @sana.arra_. Mereka menegaskan bahwa Arra masih kecil dan apa yang ia katakan hanyalah bentuk kepolosannya sebagai anak-anak.

“Kami minta maaf, kami masih konten kreator baru, dan kami juga masih belum paham akan hal itu, dan kami minta maaf karena belum bisa membuat anak kami paham,” ucapnya dalam sebuah video klarifikasi tersebut.

Namun, klarifikasi tersebut tampaknya belum cukup meredam reaksi netizen. Baru-baru ini, Arra kembali menjadi topik hangat setelah muncul dalam acara televisi “Pagi-Pagi Ambyar”.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Ketika ditanya oleh Dewi Persik “Kenapa Ara udah mikirin jodoh?”, kemudian ia menjawab “karena biar gak kayak aunty iyak” pernyataan tersebut kembali menimbulkan kehebohan di media sosial, yang membuat namanya kembali trending di X.

Fenomena Arra ini menjadi perbincangan lebih luas tentang bagaimana seharusnya seorang anak kecil dikenalkan dengan dunia digital. Beberapa pihak berpendapat bahwa anak-anak seharusnya mendapatkan bimbingan lebih ketat sebelum dihadapkan pada sorotan publik. Sementara itu, ada juga yang berpendapat bahwa netizen terlalu berlebihan dalam mengkritik seorang anak kecil.

Kasus ini menunjukkan betapa besar dampak media sosial dalam membentuk opini publik, bahkan terhadap seorang balita sekalipun. Ke depannya, penting bagi orang tua yang ingin mengekspos anak-anak mereka di dunia digital untuk lebih mempertimbangkan dampaknya, baik bagi sang anak maupun bagi lingkungan sosialnya.

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
26 November 2025
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

SPPG Karangtanjung
Dapur MBG SPPG Karangtanjung Belum Kantongi Sertifikat Higiene, Operasional Tetap Berjalan
News
Pemkot Serang
Tangani Banjir di Berbagai Wilayah, Pemkot Serang Ajukan Bantuan ke Provinsi dan Pusat
News
Tambang ilegal di Cilegon
Pemprov Banten Tutup Tambang Ilegal di Cilegon, Satgas Petakan Lokasi di Ciwandan dan JLS
News
Rekonstruksi
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Anak Kader PKS Dilaksanakan Tertutup di BBS 3
News
Huntara Cigobang
Bertahan Menginap di Kantor Bupati, Warga Huntara Cigobang Tuntut Kejelasan Hunian Permanen
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?