SERANG, LINIMASSA.ID – UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan.
Penegasan itu disampaikan Rektor UIN SMH Banten, Muhammad Ishom, saat menghadiri kegiatan Sumitro Fest bertajuk Koperasi Goes to Campus di auditorium kampus, Selasa (24/2/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah.
Prof. Muhammad Ishom menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada UIN SMH Banten sebagai pusat pengembangan koperasi kampus harus dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola dan kelembagaan koperasi secara terstruktur dan berkelanjutan.
Ia bahkan membuka peluang pembentukan program studi khusus di bidang perkoperasian. Menurutnya, langkah tersebut relevan dengan perkembangan koperasi di tingkat global yang terus menunjukkan tren positif.
Rektor memaparkan sejumlah contoh dari berbagai negara. Di Kanada, mayoritas penduduk tercatat sebagai anggota koperasi.
Finlandia juga menunjukkan partisipasi tinggi masyarakat dalam koperasi, termasuk dominasi lembaga koperasi pada sektor distribusi pangan dan layanan keuangan.
Di Prancis, sebagian besar produsen pertanian berbasis koperasi, sementara di Norwegia tingkat keanggotaan koperasi juga signifikan.
Amerika Serikat memiliki ratusan juta anggota koperasi, Brasil mencatat kontribusi besar koperasi terhadap produk domestik bruto, dan di Kuwait sektor koperasi memegang peranan penting dalam perdagangan ritel.
Rektor UIN SMH Banten Dukung Koperasi
Menurutnya, data tersebut membuktikan bahwa koperasi bukanlah sistem ekonomi konvensional yang tertinggal, melainkan model yang adaptif dan berkembang di berbagai negara maju.
Ia juga menyinggung kebijakan nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto melalui program Koperasi Merah Putih yang dirancang hadir di setiap desa di Indonesia. Kebijakan tersebut dinilai selaras dengan praktik penguatan koperasi di tingkat global.
Rektor berharap mahasiswa tidak semata-mata bercita-cita menjadi pekerja di sektor formal, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha melalui koperasi. Ia menekankan bahwa koperasi modern banyak dikelola generasi muda yang memiliki kemampuan digital dan inovatif.
Melalui penguatan koperasi di lingkungan kampus, UIN SMH Banten berupaya meningkatkan literasi dan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya koperasi. Para lulusan diharapkan dapat kembali ke daerah asal untuk berkontribusi dalam pembangunan desa dan penguatan ekonomi masyarakat.
Khusus di Banten, koperasi diyakini mampu menjadi penggerak utama pembangunan desa sehingga dapat mengejar ketertinggalan dan mewujudkan kesejahteraan.
Dengan langkah tersebut, UIN SMH Banten menegaskan perannya bukan hanya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai motor perubahan sosial dan ekonomi yang berlandaskan nilai keislaman dan kebangsaan.



