SERANG, LINIMASSA.ID – Temuan radiasi nuklir di Cikande membuat warga 2 kecamatan di Kabupaten Serang resah, mereka khawatir dampak kesehatan dan ekonomi yang bisa terjadi.
Warga dua kecamatan tersebut yakni di Kecamatan Cikande dan Kecamatan Kibin, kedua wilayah ini merupakan kawasan industri yang juga padat penduduk.
Diketahui, ada sebanyak tujuh sampai delapan titik areal yang terindikasi terpapar oleh radiasi nuklir di Cikande. Tiga lokasi berada di areal perusahaan sementara titik lainnya berada di lapak barang bekas, jalan hingga lahan kosong yang dekat dengan pemukiman warga.
Warga yang tinggal di dekat areal radiasi pun mulai waswa, karena sampai saat ini belum ada sosialisasi yang disampaikan oleh pihak terkait mengenai bahaya radiasi nuklir hingga apakah areal yang terpapar radiasi bisa meluas oleh kondisi cuaca.
Staf Desa Warga Sukatani, Desa Barengkok, Kecamatan Kibin Ja’i mengungkapkan, salah satu dampak radiasi nuklir di Cikande yang saat ini sudah terasa di masyarakat ialah persoalan ekonomi. Saat ini, warga desanya yang bekerja di PT Bahari Makmur Sejati (BMS) dirumahkan setelah adanya penyegelan.
“Dampak yang mulai terasa tentu pengangguran yang bertambah, karena ada puluhan Warga SUkatani yang bekerja di PT BMS tapi sekarang dirumahkan sampai waktu yang belum diketahui,” katanya, Selasa (9/9)
Ia mengatakan, ada puluhan warga Desa Sukatani yang bekerja di perusahaan tersebut. Selain banyak juga warga yang dari Desa Barengkok, Kecamatan Kibin yang juga bekerja dari perusahaan tersebut.
“Bahkan banyak juga yang dari kecamatan lain seperti pamarayan dan daerah lain di Kabupaten Serang yang bekerja disana,” ujanrya.
Tak hanya itu, dirinya juga mengaku was-was terkait dampak kesehatan yang bisa muncul akibat paparan radiasi radioaktif Cesium (Cs-137). Pasalnya pihaknya belum mendapatkan sosialisasi dari pihak terkait mengenai bahaya yang ditimbulkan dan cara untuk mengantisipasinya.
“Kekhawatiran pasti ada. Namun sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat, terkait dampak kesehatan yang muncul akibat adanya paparan radiasi,” ujarnya.
Radiasi Nuklir di Cikande Berdampak pada Kesehatan

Selain itu, pihaknya juga khawatir dengan kondisi cuaca saat ini yang mana memasuki musim hujan. Ia khawatir jika benda-benda yang terpapar oleh radiasi nuklir di Cikande tersebut bisa terbawa oleh air hujan dan justru masuk ke area pemukiman warga.
“Khawatir ke air sih. Sosialisasi ke lingkungan belum ada, hanya ada penjelasan saat penyegelan saja,” ujarnya
Lebih lanjut ia berharap agar segera dilakukan penanganan radiasi nuklir di Cikande dengan baik oleh pihak-pihak terkait, mengingat banyak sekali lokasi yang dekat dengan pemukiman warga. Sehingga, nantinya warga bisa kembali tenang saat beraktifitas di lingkungannya.
“Kita inginnya segera dilakukan penanganan kalau memang bisa berdampak buruk pada kesehatan manusia. Kita juga ingin ada sosialisasi terkait apa bahaya dari radiasi dan harus seperti apa mengantisipasinya,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Desa Barengkok, Laelah Susilawati mengungkapkan, jika lokasi perusahaan PT BMS Berada di wilayah Dessa Barengkok.
Ia mengungkapkan, dengan diliburkannya operasional perusahaan akibat radiasi nuklir di Cikande, membuat perekonomian warga disekitar perusahaan mulai terganggu karena mayoritas warga Desa Barengkok bekerja di pabrik udang. “Ga bisa kerja, karena banyak warga yang kerja di pabrik udang, ada ratusan warga yang terdampak,” ujarnya.
Selain itu, banyak juga kontrakan-kontrakan yang sebelumnya ditempati oleh para pekerja yang berasal dari luar Desa Barengkok yang mulai ditinggalkan. “Kontrakan pada kosong karena sudah tidak ada yang bekerja. Saat ini seluruh karyawan sudah tidak ada yang masuk sejak dilakukan penyegelan,” ujanrya.
Sementara itu, mengenai dampak radiasi nuklir di Cikande bagi kesehatan, ia mengaku jika belum laporan mengenai gangguan kesehatan yang dialami oleh warga Desa Barengkok pasca adanya temuan radiasi radioaktif Cs-137.



