SERANG, LINIMASSA.ID – Temuan radiasi nuklir di Cikande membuat masyarakat resah dan cemas, ternyata hal itu disebabkan oleh pabrik Peleburan Baja di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang.
Hal itu berdasarkan penyelidikan yang telah dilakukan oleh beberapa pihak terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten, Badan Pengawas Nuklir (Bapeten), hingga Mabes Polri.
Remuan radioaktif radiasi nuklir di Cikande ini awalnya ditemukan pada udang beku asal Banten yang terdeteksi ketika dipasarkan ke Amerika Serikat.
Bahkan, viral di media sosial pernyataan jika udang beku berzat radioaktif ini sangat berbahaya bagi tubuh manusia jika dikonsumsi, bahkan efeknya bisa membuat seseorang seperti zombie.
Terkait temuan radiasi nuklir di Cikande ini, Kepala DLHK Banten Wawan Gunawan mengaku, pihaknya sudah menerjunkan Satgas khusus untuk menindaklanjuti temuan tersebut.
“Kami secara gabungan dengan Kementerian LH, Bapeten dan Mabes Polri sudah melakukan investigasi,” kata Wawan, Selasa 9 September 2025.
Hasil Investigasi Radiasi Nuklir di Cikande
Berdasarkan hasil investigasi radiasi nuklir di Cikande, Wawan mengungkapkan jika, informasi yang didapat, zat radiaktif pada produk udang yang kemudian diekspor ke Amerika Serikat oleh PT BMS bukanlah berasal dari produknya.
Melainkan berasal dari kondisi lingkungan di sekitar tempat pengolahan, di mana dalam wilayah tersebut dekat dengan beberapa pabrik peleburan baja.
Aktivitas peleburan baja bekas itu, kata Wawan, diduga kuat menjadi pemicu paparan radioaktif atau radiasi nuklir di Cikande pada produk udang.
“Berdasarkan hasil rakor kemarin dengan Kemenko Pangan, bahwa produk udang asal Banten yang didapatkan dari alam itu aman, tidak ada paparan radioaktif,” ucapnya.
“Penyebab radioaktif bukan dari alam, tapi kuat indikasinya dari bahan baku peleburan maja yang dikirim impor. Dan memang dikawasan itu ada beberapa pabrik peleburan baja,” tambahnya.
Lebih jauhnya, pihaknya masih menunggu hasil dari investigasi dari pihak Satgas itu terkait radiasi nuklir di Cikande. Dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mendekati titik area paparan radioaktif.



