LINIMASSA.ID, TANGSEL – Sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dosen dan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan pendidikan di Desa Wisata Sukajadi, Bogor. Tema dari kegiatan ini adalah “From Stories to Development: Digital Narratives for Promoting and Understanding Community-Based Tourism in Sukajadi,” yang berfokus pada penguatan cerita lokal sebagai strategi untuk mempromosikan pariwisata berbasis masyarakat.
Desa Wisata Sukajadi memiliki potensi pariwisata berbasis masyarakat yang beragam, yang berkembang dari aktivitas sehari-hari komunitas. Dari produksi kue tradisional dan usaha pembuatan sepatu rumahan hingga kebun stroberi yang dikelola secara mandiri, semua potensi ini mencerminkan kekuatan lokal desa tersebut. Hal ini menjadikan Sukajadi sebagai lokasi yang tepat untuk PKM Universitas Pamulang dengan fokus pada pengembangan narasi digital guna mendukung promosi pariwisata berbasis masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan secara langsung di Desa Wisata Sukajadi, Bogor.
Tim PKM Universitas Pamulang menggunakan pendekatan pendidikan melalui observasi lapangan, diskusi dengan UMKM, dan penjelajahan terhadap aktivitas pariwisata yang dilakukan oleh komunitas setempat. Pendekatan ini memungkinkan tim untuk memahami potensi desa serta menjelajahi cerita lokal yang dapat dikembangkan melalui media digital.
Salah satu lokasi yang dikunjungi oleh tim PKM adalah fasilitas produksi kue Noga tradisional. Proses pembuatan masih dilakukan secara manual, mulai dari mengkaramelkan gula hingga membentuk adonan sebelum mengeras. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana kearifan lokal masih tetap ada sebagai bagian dari identitas desa tersebut.
Selain itu, tim mengunjungi bisnis pembuatan sepatu yang beroperasi dari rumah yang dikelola oleh dua saudara. Dengan produksi manual dan fokus pada pasar anak sekolah, usaha ini menjadi contoh UMKM yang bertahan melalui pemasaran secara langsung di pasar lokal. Di sisi lain, sebuah kebun stroberi lokal menunjukkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pendidikan dan promosi, terutama dalam penjualan benih tanaman.
Kisah-kisah dari UMKM dan kegiatan pariwisata menunjukkan bahwa potensi desa ini terletak pada produk-produk dan cerita di baliknya. Melalui pendekatan penceritaan digital, kisah mengenai proses produksi, tantangan yang dihadapi para pengusaha, dan keunikan lokal dapat menjadi alat promosi yang lebih kuat. Media sosial berfungsi sebagai jembatan untuk memperkenalkan Desa Wisata Sukajadi kepada khalayak yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, warga Desa Wisata Sukajadi mendapatkan kesempatan untuk memamerkan potensi lokal mereka dan menyadari pentingnya narasi digital dalam promosi pariwisata. Selain itu, kegiatan PKM ini juga memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa untuk mengamati secara langsung dinamika UMKM dan pariwisata berbasis komunitas, serta mengaitkannya dengan keterampilan komunikasi yang telah mereka pelajari di kampus.


