linimassa.id – Di era globalisasi di mana dunia seakan tanpa sekat, peran penerjemah sangat penting dalam menjaga komunikasi di seluruh dunia.
Adanya perbedaan budaya dan bahasa antar negara menjadi faktor utama yang menghambat komunikasi. Maka tak heran jika peran seorang penerjemah sangat diperlukan sebagai penghubung bahasa.
Tidak heran jika setiap 30 September diperingati sebagai Hari Penerjemahan Internasional atau International Translation Day.
Hari ini bertujuan untuk mengapresiasi dan menghargai pekerjaan tak kenal lelah dari para penerjemah dan profesional bahasa di seluruh dunia.
Translator biasanya merujuk pada penerjemah tulisan. Profesi ini bertugas menerjemahkan berbagai macam buku karya sastra, dokumen bisnis, materi akademik, maupun film dari bahasa sumber ke bahasa sasaran.
Misalnya menerjemahkan percakapan dalam film berbahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Bidang pekerjaan ini selain harus didukung dengan kemampuan bahasa asing, juga membutuhkan kemampuan untuk mengungkapkan kembali pesan-pesan dari karya atau dokumen yang diterjemahkan ke dalam bahasa sasaran secara tepat.
Jadi, penerjemah bukan sekadar mengganti teks, melainkan menyampaikan informasi dengan menggunakan pilihan kata yang paling sesuai. Saat ini banyak juga lho penerjemah tulisan yang ambil bagian pada bidang keilmuan khusus seperti penerjemah di bidang hukum atau teknologi.
Dengan semakin tingginya kebutuhan akan penerjemah tulisan, maka diharapkan orang-orang dengan profesi ini diharapkan punya pengetahuan luas mengenai dunia industri, teknologi, serta ilmu pengetahuan.
Peran
Dilansir dari laman Unpad, seorang penerjemah berperan sebagai jembatan dalam komunikasi antar pihak yang menggunakan bahasa berbeda. Dengan begitu, perbedaan bahasa tidak lagi dianggap sebagai faktor penghambat komunikasi.
Penerjemah (translator) mengacu pada ahli dalam alih bahasa lewat tulisan. Sedangkan juru bahasa (interpreter) adalah ahli dalam alih bahasa secara lisan.
Peran penerjemah antara lain menerjemahkan buku-buku karya sastra, dokumen bisnis, materi akademik, dan film dari bahasa sumber ke bahasa sasaran.
Selain itu menyampaikan sebenar-benarnya isi pesan yang terkadung dalam suatu karya atau dokumen ke dalam bahasa sasaran yang paling sesuai.
Bisa juga menulis dan mengedit salinan dalam bahasa asing dan melakukan konsultasi kepada klien terkait proses penerjemahan.
Prospek
Profesi penerjemah memiliki prospek yang sangat menjanjikan sebagai suatu karir atau bisnis. Ada dua macam profesi penerjemah. Pertama, interpreter atau biasa disebut sebagai juru bahasa. Interpreter ini bertugas menerjemahkan bahasa secara lisan baik antara dua orang atau lebih seperti dalam suatu acara seminar atau rapat.
Kedua adalah translator atau penerjemah tulisan yang pekerjaannya menerjemahkan dokumen tertulis seperti buku, artikel, manual, kontrak kerja sama, dan lan-lain.
Untuk memulai profesi menjadi seorang penerjemah sangatlah mudah. Namun bila ingin benar-benar meniti karir dalam bidang yang satu ini tentunya tak semudah seperti yang dibayangkan. Ada sejumlah investasi yang harus dilakukan seperti investasi waktu, tenaga, bahkan uang.
Seorang penerjemah harus rela meluangkan waktu dan tenaga untuk terus mengasah kemampuannya. Bahkan bila diperlukan, mereka harus rela mengeluarkan sejumlah uang demi membeli pengalaman.
Bagaimana pun, tingkat profesionalitas seorang penerjemah hanya dapat diukur melalui hasil terjemahannya, dan kepiawaian seorang penerjemah dapat dilatih dari pengalamannya tersebut.
Jika ingin berprofesi sebagai penerjemah, maka kamu harus memiliki atau menguasai beberapa ilmu. Seperti sastra Inggris, sastra Jepang, sastra Arab, sastra Cina, sastra Belanda, sastra Korea, sastra Rusia, sastra Jerman, dan sastra-sastra bahasa dari negara lainnya.
Skill yang harus dimiliki penerjemah adalah komunikasi, membuat analisis, berpikir terstruktur, berpikir logis dan penguasaan dalam bahasa asing.
Selain menguasai beberapa kemampuan tersebut, penerjemah juga harus memiliki bakat atau kualitas pada dirinya.
Seperti halnya dengan pekerjaan lain, penerjemah juga seharusnya mencintai pekerjaan atau dunia literatur.
Penerjemah harus menguasai dan mengetahui unsur-unsur kebahasaan yang baik sehingga terjemahan yang dihasilkan cukup bagus dan enak dibaca.
Selain cinta dan menguasai kebahasaan, penerjemah juga harus memiliki kemampuan menulis.
Memiliki kemampuan menulis merupakan bagian dari tanggungjawab penerjemah dimana ia harus bisa menulis teks terjemahan yang mudah dipahami dan enak untuk dibaca.
Prospek kerja penerjemah adalah semakin lama dan semakin mahir dalam menerjemah, maka akan gaji yang akan didapatkan pun akan semakin besar juga.
Untuk meningkatkan kualitas penerjemah yang mampu menulis salinan dengan bacaan yang enak didengar, maka penerjemah juga harus selalu belajar.
Dengan belajar maka sedikit demi sedikit kualitas dari terjemahannya pun akan meningkat. (Hilal)



