SERANG, LINIMASSA.ID – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 20 Kota Serang mendapat keluhan dari sejumlah orang tua siswa.
Mereka menilai makanan yang dibagikan kepada anak-anak diduga sudah tidak layak dikonsumsi karena ditemukan dalam kondisi kedaluwarsa hingga berjamur.
Salah seorang wali murid menyampaikan bahwa kejadian tersebut bukan yang pertama kali dialami anaknya. Ia mengaku anaknya sudah dua kali menerima makanan dari program MBG yang diduga melewati masa konsumsi.
Ia menjelaskan, peristiwa pertama terjadi pada pekan lalu ketika anaknya mendapatkan roti dengan tanggal kedaluwarsa yang sudah lewat.
“Peristiwa ini sudah dua kali terjadi. Minggu lalu anak saya menerima roti dari menu MBG yang tanggal kedaluwarsanya tertulis 02 Februari 2025,” katanya, Kamis 5 Maret 2026.
Menurutnya, kondisi makanan yang dibagikan pada hari ini bahkan lebih memprihatinkan dibandingkan sebelumnya.
Roti yang diterima para siswa ditemukan dalam kondisi berjamur sehingga dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.
“Yang hari ini justru lebih parah, rotinya sudah berjamur,” ujarnya.
Roti MBG di Kota Serang Kadaluwarsa
Ia juga mengungkapkan bahwa selain roti, beberapa kali buah yang diberikan dalam program tersebut diterima dalam kondisi layu.
Hal ini membuat para orang tua merasa khawatir, mengingat makanan tersebut dikonsumsi oleh siswa sekolah dasar.
Para wali murid, kata dia, sempat menyampaikan keluhan kepada pihak guru di SDN 20 Kota Serang terkait makanan yang diduga tidak layak tersebut.
Namun pihak sekolah menyampaikan bahwa keluhan tersebut akan diteruskan kepada pihak penyedia makanan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Kami sudah menyampaikan komplain ke guru, dan katanya akan diteruskan ke pihak SPPG,” tuturnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang karena menyangkut kesehatan anak-anak yang menerima makanan dari program tersebut.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Serang, Nuni Pratiwi, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.
Ia mengatakan akan melakukan pengecekan serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Kami akan menindaklanjuti informasi ini untuk mengetahui apakah persoalan tersebut sudah diselesaikan atau belum,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.



