SERANG, LINIMASSA.ID – Lebih dari seratus anak muda menghadiri kegiatan Ngabuburead Sehat Mental 2026 yang digelar oleh Rumah Konseling Aku Temanmu, program layanan kesehatan mental di bawah Dompet Dhuafa Banten, di Terasya Eat & Meet, Kota Serang, Sabtu (14/3/2026).
Mengusung tema “From Pain to Peace: A Ramadan Healing Journey”, kegiatan ini menghadirkan penulis Setiawan Chogah untuk berbagi refleksi dari dua novelnya, Pohon-pohon yang Ditanam setelah Luka dan Laki-laki yang Membawa Pohon di Dalam Dada.
Diskusi yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa itu diikuti peserta dari berbagai kalangan, terutama anak-anak muda di Kota Serang.
Program Advisor Rumah Konseling Aku Temanmu, Fita Berliana Akbar, S.Psi., yang akrab disapa Elin, mengatakan bahwa kegiatan Ngabuburead merupakan program rutin yang diselenggarakan setiap Ramadan sebagai bagian dari kampanye kesehatan mental.
“Ngabuburead ini program rutin tiap Ramadan. Tujuannya selain mengampanyekan kesehatan mental, juga menyediakan ruang belajar dan diskusi yang hangat bagi teman-teman,” ujar Elin.
Menurutnya, tema yang diangkat tahun ini mengajak peserta untuk mulai memaafkan diri sendiri, selain memaafkan orang lain menjelang Idulfitri.
“Sering kali kita fokus memaafkan orang lain menjelang Lebaran, tapi lupa bahwa kita juga perlu memaafkan dan mengasihi diri sendiri,” katanya.
Dalam diskusi yang dipandu konselor Rumah Konseling Aku Temanmu, Muhamad Jutana, Setiawan Chogah menjelaskan bahwa proses berdamai dengan diri sendiri sering kali membutuhkan waktu.
Ia menggambarkan proses tersebut seperti cara alam bekerja yang tidak pernah instan.
“Pohon tidak tumbuh dalam satu malam. Begitu juga manusia ketika belajar berdamai dengan luka,” ujarnya.
Menurutnya, luka dalam kehidupan tidak selalu harus dihapus dengan cepat.
“Dalam buku ini saya sering menggambarkan luka seperti benih. Jika diproses dengan benar, ia bisa tumbuh menjadi pohon yang meneduhkan,” kata Setiawan.
Diskusi berlangsung hingga menjelang azan magrib. Setelah acara selesai, panitia kemudian membagikan takjil kepada para peserta yang hadir.
Melalui kegiatan ini, Rumah Konseling Aku Temanmu berharap semakin banyak anak muda yang berani membicarakan kesehatan mental serta belajar memahami dan memproses luka dalam kehidupannya.



