LINIMASSA.ID – Wahidin Halim mengungkap adanya dugaan insiden keracunan makanan yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tangerang.
Informasi tersebut disampaikan oleh anggota DPR RI itu melalui video di akun media sosial pribadinya yang kemudian menyebar luas.
Ia menjelaskan bahwa peristiwa keracunan massal MBG di Tangerang tersebut terjadi di sebuah SPPG yang berlokasi di dekat rumahnya, setelah makanan yang dibagikan pada Rabu, 8 April, diduga menyebabkan keracunan. Menu yang disoroti adalah telur yang disajikan bersama mayonnaise.
Menurutnya, jumlah korban mencapai puluhan hingga hampir seratus siswa dari berbagai tingkat pendidikan, mulai dari TK hingga SMA.
Para siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan MBG di Tangerang seperti diare, muntah, dan nyeri perut pada malam hari setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Wahidin menilai kejadian ini menjadi indikasi bahwa pengawasan terhadap keamanan pangan dalam program MBG masih perlu ditingkatkan.
Masalah MBG di Tangerang
Ia menegaskan bahwa masalah MBG di Tangerang tersebut tidak boleh dianggap remeh karena berpotensi membahayakan.
Sebagai tindak lanjut, ia berencana melaporkan temuan tersebut kepada Badan Gizi Nasional untuk dijadikan bahan evaluasi.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan standar pengawasan, terutama dalam proses pengolahan serta distribusi makanan.
Selain itu, Wahidin mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap program MBG di Tangerang agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Ia menekankan bahwa perbaikan harus difokuskan pada aspek keamanan dan kualitas makanan yang diberikan kepada para siswa.



