LINIMASSA.ID – Kehadiran Royal Baroe sebagai ruang publik baru di Kota Serang mulai mendapat respons positif, terutama dari kalangan anak muda yang tengah menikmati masa liburan.
Kawasan yang berada di sekitar Alun-alun Kota Serang ini kini ramai dikunjungi warga untuk berjalan santai, berkumpul, hingga sekadar menikmati suasana kota yang dinilai lebih tertib dan ramah bagi pejalan kaki.
Salah satu pengunjung, Rafa Ghaida, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, mengaku datang ke Royal Baroe untuk mengisi waktu luang selama liburan.
Ia tertarik berkunjung setelah melihat banyak unggahan di media sosial yang membahas tempat tersebut sebagai titik nongkrong baru di Serang.
“Awalnya cuma karena penasaran. Di media sosial banyak yang bilang Royal Baroe jadi tempat nongkrong baru, jadi pas libur saya sempatin datang,” ujarnya.
Rafa menilai, suasana Royal Baroe memberikan kesan berbeda dibandingkan kawasan lain di Kota Serang. Menurutnya, area tersebut terlihat lebih tertata dan nyaman untuk dikunjungi bersama teman maupun keluarga.
“Suasananya lebih enak, cocok buat jalan kaki atau duduk santai. Nggak terasa sesak,” katanya.
Royal Baroe Kata Mahasiswa
Ia juga menilai Royal Baroe dapat menjadi alternatif hiburan ringan, terutama bagi warga yang ingin bersantai tanpa harus bepergian ke luar kota. Bagi mahasiswa, keberadaan ruang publik seperti ini cukup membantu untuk mengisi waktu luang secara sederhana.
“Kalau lagi nggak pengin ke mana-mana jauh, ke sini sudah cukup. Bisa santai, lihat-lihat, dan foto-foto juga,” ucapnya.
Hal serupa dirasakan Azizah, mahasiswa Universitas Bina Bangsa (UNIBA). Menurutnya, Royal Baroe bukan sekadar tempat singgah, melainkan ruang yang memungkinkan masyarakat untuk berkumpul dan berinteraksi.
Ia mengamati pengunjung datang dari berbagai kalangan, terutama pada sore hingga malam hari. Kondisi tersebut, menurut Azizah, menandakan bahwa keberadaan ruang publik seperti Royal Baroe memang dibutuhkan oleh masyarakat.
Meski demikian, Azizah berharap pengelolaan kawasan tersebut ke depannya dapat terus dijaga agar tetap nyaman dan tertata. Ia juga menekankan pentingnya pengaturan yang baik agar kawasan tidak kembali terlihat semrawut.
“Sayang kalau tempat yang sudah bagus ini tidak dirawat dengan baik. Harapannya bisa terus rapi dan nyaman,” tuturnya.
Bagi Azizah, berkunjung ke Royal Baroe selama liburan menjadi cara sederhana menikmati waktu luang tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Ia berharap Royal Baroe dapat terus berkembang sebagai ruang publik yang aktif dan dimanfaatkan secara positif oleh warga Kota Serang, khususnya generasi muda.
Bagi sebagian mahasiswa, liburan tidak selalu berarti bepergian jauh atau melakukan aktivitas besar. Kehadiran ruang kota yang dapat dinikmati dengan santai justru menjadi pilihan.
Royal Baroe, terutama pada malam hari, dimanfaatkan mahasiswa untuk berjalan-jalan ringan, melepas penat, dan menikmati suasana liburan dengan lebih tenang.



