linimassa.id – Ternyata bukan hanya laki-laki yang berkumis, Wanita pun bisa. Walaupun bukan masalah kesehatan serius, kumis pada sanita sering membuat rasa percaya diri menurun.
Dalam dunia medis, kondisi tumbuhnya rambut di bagian yang tidak biasa pada tubuh seorang wanita disebut hirsutisme.
Bukan hanya kumis, wanita yang menderita hirsutisme juga dapat mengalami pertumbuhan rambut di bagian tubuh lainnya, seperti dagu, dada, perut, lengan, dan punggung.
Laman Alodokter menulis, tidak hanya tumbuh rambut di bagian tubuh tertentu, wanita yang menderita hirsutisme juga bisa mengalami beberapa gejala lain, seperti menstruasi tidak teratur, banyak tumbuh jerawat, suara lebih berat, kebotakan, klitoris membesar, massa otot meningkat, dan ukuran payudara lebih kecil.
Seorang wanita bisa tampak lebih berbulu karena faktor genetik atau keturunan. Banyak wanita yang mengalami kondisi ini karena memiliki keluarga kandung, seperti ibu atau saudari, dengan kondisi serupa.
Selain karena faktor keturunan, munculnya kumis atau banyak tumbuh rambut pada tubuh wanita juga bisa disebabkan oleh tingginya jumlah hormon androgen (testosteron) dalam tubuh. Hormon testosteron normalnya berjumlah lebih banyak pada pria dan terdapat hanya dalam jumlah sedikit pada tubuh wanita.
Faktor
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan jumlah androgen di dalam tubuh wanita melebihi normalnya, yaitu:
- Sindrom Cushing
- Tumor pada indung telur (ovarium) atau kelenjar adrenal
- Akromegali
- Hiperprolaktinemia
- Gangguan tiroid
- Resistensi insulin
- Efek samping obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid, minoxidil (obat yang berisi hormon testosteron), danocrine (obat untuk mengatasi endometriosis), obat antikejang fenitoin, dan cyclosporin
- Sindrom ovarium polikistik atau PCOS (Ini merupakan penyebab umum ketidakseimbangan produksi hormon dalam tubuh wanita)
Tindakan Medis
Mengingat banyaknya penyebab yang bisa melatarbelakangi tumbuhnya kumis pada wanita, kondisi tersebut sebaiknya diperiksakan ke dokter.
Untuk mencari tahu penyebabnya, dokter akan menjalankan serangkaian pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti tes darah untuk mengetahui kadar hormon dalam tubuh.
Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan pencitraan atau radiologi, seperti CT scan, MRI, atau USG, pada ovarium dan kelenjar adrenal untuk mendeteksi apakah terdapat tumor atau kista di organ tersebut.
Cara Menghilangkan
Kumis yang tumbuh pada wanita dapat dihilangkan dengan cara sederhana, seperti mencukur, waxing, atau mencabut. Cara ini memang tidak mampu menghilangkan kumis secara permanen, sehingga kumis dapat tumbuh lagi di kemudian hari.
Jika ingin menghilangkan kumis secara permanen, maka diperlukan penanganan secara langsung oleh dokter. Penanganan yang dilakukan dokter untuk menghilangkan kumis secara permanen berbeda pada tiap wanita, tergantung apa faktor penyebabnya.
Berikut ini adalah beberapa langkah penanganan yang dapat dilakukan oleh dokter untuk menghilangkan kumis pada wanita:
- Terapi Laser
Metode ini memanfaatkan sinar laser untuk merusak folikel rambut dan menghambat pertumbuhan rambut atau kumis. Meski demikian, dibutuhkan beberapa kali terapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Seperti prosedur medis pada umumnya, terapi laser dapat menimbulkan efek samping, antara lain kulit terbakar dan perubahan warna kulit.
- Pemberian obat-obatan
Beberapa jenis obat dapat diresepkan dokter untuk menangani hirsutisme, yaitu pil kontrasepsi (pil KB) dan obat antiandrogen, seperti flutamide, spironolactone, dan finasteride, untuk menghentikan produksi hormon androgen.
Selain itu, dokter juga mungkin akan memberikan obat berupa krim eflornithine yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan rambut. Jika tumbuhnya rambut disebabkan oleh resistensi insulin, dokter juga mungkin akan memberikan obat diabetes.
Obat-obatan ini biasanya baru menunjukkan hasil setelah 3–6 bulan penggunaan. Namun, jika setelah lebih dari 6 bulan penggunaan obat tak kunjung membuahkan hasil atau kumis masih tumbuh seperti biasa, dokter mungkin akan merujuk Anda ke dokter spesialis untuk menjalani prosedur terapi laser atau elektrolisis.
- Intense Pulsed Light (IPL)
Prosedur dan cara kerja IPL mirip dengan terapi laser. Namun, jenis sinar yang digunakan berbeda. IPL memanfaatkan sinar dengan panjang gelombang dan kekuatan tertentu untuk menghasilkan panas pada jaringan kulit. Suhu panas ini kemudian akan merusak folikel rambut, sehingga pertumbuhan rambut menjadi terhambat.
Prosedur IPL biasanya membutuhkan waktu sekitar 20–30 menit setiap sesinya dan dapat diulang beberapa kali. Meski cukup efektif untuk menghilangkan kumis dan bulu-bulu di tubuh, IPL tidak disarankan untuk dilakukan pada wanita hamil atau orang yang memiliki warna kulit gelap.
- Elektrolisis
Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan jarum kecil ke setiap folikel rambut lalu aliran listrik akan diberikan untuk merusak folikel rambut dan mengambat pertumbuhan rambut. Sebelum jarum dimasukkan, dokter akan memberikan obat bius atau anestesi lokal terlebih dahulu untuk mencegah nyeri.
Sama halnya dengan dengan terapi laser, elektrolisis perlu dilakukan beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Selain menghilangkan kumis, dokter juga akan melakukan penanganan terhadap penyakit yang mungkin menjadi penyebabnya. Penanganan yang dilakukan dokter tentu akan disesuaikan dengan penyakit yang diderita dan kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.
Sementara dilansir dari Bright Side, berikut cara alami untuk mencegah munculnya kumis tipis pada wajah wanita.
- Gunakan Minyak Lavender dan Minyak Tea Tree
Minyak Lavender dan Minyak Tea Tree merupakan beberapa jenis minyak esensial yang banyak digunakan untuk perawatan wajah. Keduanya bisa digunakan untuk menghilangkan dan menurunkan risiko munculnya rambut-rambut di wajah.
- Kurangi Konsumsi Makanan Mengandung Lemak Trans
Makanan manis yang kamu konsumsi memang menyenangkan, namun besar kemungkinan terdapat kandungan lemak trans di dalamnya. Konsumsi lemak trans ini merupakan salah satu penyebab munculnya rambut-rambut di wajah. Menghindari atau mengurangi konsumsinya bisa mengurangi risiko munculnya rambut di wajah.
- Minum Teh Spearmint
Teh spearmint bisa membantu menenangkan diri kita dan juga menurunkan jumlah hormon pria di dalam tubuh. Hilangnya hormon ini bisa membantu menurunkan risiko munculnya rambut-rambut yang tak diinginkan. Berdasar penelitian, konsumsi dua gelas teh spearmint setiap hari bisa memperlambat tumbuhnya bulu-bulu di wajah.
- Mulai Berolahraga
Tetap aktif secara fisik tak hanya berdampak baik bagi kesehatan dan kebugaran, namun juga bermanfaat mencegah munculnya rambut-rambut di wajah. Pastikan jangan melakukan olahraga yang bisa meningkatkan testosteron seperti olahraga intensitas tinggi atau mengangkat beban.
- Lakukan Akupunktur
Akupunktur merupakan cara yang tepat untuk mengobati sejumlah masalah kesehatan dan membuat tubuh lebih santai. Cara ini juga bisa mengurangi risiko munculnya rambut wajah yang tak diinginkan. Berdasar penelitian, akupunktur bisa mengurangi kepadatan dan panjang rambut-rambut yang tak diinginkan serta menurunkan kadar hormon pria.
- Minum Cukup Air
Minum cukup air merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan dan kecantikan. Hal ini bisa meningkatkan metabolisme dan mempertahankan keremajaan kulit.
Cukup minum air juga bisa membantu dalam mencegah munculnya rambut-rambut wajah yang tak diinginkan. Minum sekitar enam hingga delapan gelas setiap hari bisa sangat membantu untuk memperoleh manfaat ini. (Hilal)



