LEBAK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak terus memperkuat upaya pencegahan kematian ibu dan bayi, terutama selama masa kehamilan hingga proses persalinan. Sepanjang 2026, tercatat 15 kasus kematian ibu dan 149 kasus kematian bayi di Lebak.
Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinkes bersama sejumlah pihak terkait berupaya menekan angka kematian tersebut dengan meningkatkan pengawasan terhadap ibu hamil serta mengoptimalkan pelayanan kesehatan di setiap wilayah.
Sekretaris Dinkes Kabupaten Lebak, Endang Komarudin, mengatakan pencegahan kematian bayi di Lebak dan ibu menjadi perhatian serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.
Menurutnya, tenaga kesehatan di berbagai wilayah telah diarahkan untuk meningkatkan pemantauan terhadap kondisi ibu hamil. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mendeteksi risiko kehamilan lebih awal sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat.
“Seluruh jajaran puskesmas dan rumah sakit telah kami instruksikan untuk meningkatkan pengawasan terhadap ibu hamil di wilayah masing-masing. Semua sumber daya manusia yang tersedia kami optimalkan untuk mendukung upaya penurunan angka kematian bayi di Lebak,” ujar Endang, Senin, 12 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, tingginya perhatian terhadap kasus kematian ibu melahirkan mendorong Dinkes untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang dapat dijangkau masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan ialah memperkuat kemitraan dengan paraji atau penolong persalinan tradisional di tingkat desa. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan ibu hamil dapat memperoleh pendampingan yang lebih baik dan dirujuk kepada tenaga medis apabila membutuhkan penanganan persalinan secara profesional.
Endang menambahkan, peningkatan pelayanan juga dilakukan dengan mengacu pada standar yang berlaku. Penanganan pasien akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan serta kemampuan tenaga medis dan fasilitas pelayanan yang tersedia.
Ia menegaskan, upaya menekan angka kematian ibu melahirkan menjadi salah satu agenda prioritas Dinkes Lebak dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.
“Salah satu prioritas kami tahun ini adalah menurunkan angka kematian ibu melahirkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Lebak yang sehat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Lebak, dr. Firman Rahmatullah, menyampaikan bahwa pencegahan kematian ibu dan bayi juga dilakukan melalui peningkatan kualitas pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC).
Ia menjelaskan, pemeriksaan kehamilan perlu dilakukan secara rutin sesuai standar pelayanan kesehatan. Selain meningkatkan frekuensi pemeriksaan, ibu hamil juga diwajibkan menjalani pemeriksaan oleh dokter dan pemeriksaan ultrasonografi (USG) sesuai ketentuan yang berlaku.
Kematian Bayi di Lebak Tinggi
Menurut Firman, pemantauan selama kehamilan penting untuk mengetahui kondisi ibu dan janin sekaligus mendeteksi potensi komplikasi yang dapat membahayakan keduanya.
“Peningkatan kualitas antenatal care menjadi salah satu langkah yang kami lakukan. Pemeriksaan kehamilan kini ditingkatkan dari ketentuan sebelumnya minimal empat kali menjadi enam kali, disertai pemeriksaan oleh dokter dan USG sesuai standar,” jelas Firman.
Selain pemeriksaan rutin, Dinkes juga berupaya mencegah kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil melalui pemberian makanan tambahan (PMT). Ibu hamil juga mendapatkan tablet tambah darah untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi selama masa kehamilan.
Program tersebut ditujukan untuk menjaga kesehatan ibu dan mendukung pertumbuhan janin agar dapat berkembang secara optimal hingga persalinan.
Firman berharap penguatan pemeriksaan kehamilan, pemenuhan gizi, serta pemberian tablet tambah darah dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan pada ibu dan bayi, termasuk risiko bayi lahir dengan kondisi stunting.
Dinkes Lebak pun terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat agar ibu hamil rutin memeriksakan kandungannya dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan. Dengan deteksi dini serta penanganan yang tepat, risiko komplikasi kehamilan dan persalinan diharapkan dapat ditekan.

