LINIMASSA.ID, TANGSEL – Masalah macet menjadi salah satu masalah bersama warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Belakangan, kian hari macet dirasa makin parah. Warga Ciputat Tangsel ini ungkapkan keluhan macet yang dialami.
Ada berbagai hal yang menyebabkan kemacetan, mulai dari padatnya jumlah kendaraan, penyempitan jalan, perbaikan jalan dan masalah lainnya. Apalagi, setelah hujan deras, warga Tangsel kompak keluhkan macet di media sosial.
Keluhan itu salah satunya diungkapkan oleh warga Ciputat, Anisa. Menurutnya, kemacetan yang dia alami makin hari makin menjengkelkan.
Jika bisanya pulang pergi ke kantor hanya tempuh waktu sekira 45 menit, kini dia harus habiskan waktu di jalan hingga 1 jam 30 menit.
Misalnya saat pulang kerja dari bilangan Serpong pada Jumat, 12 September 2025 ini. Perjalanan pulang dirasa Anisa bisa bikin ‘kering’ di jalanan.
Kondisinya makin diperparah saat melintas di Jalan Merpati Raya sore ini usai hujan deras dan ada perbaikan jalan.
“Yah minimal kalau emang ada perbaikan infrastruktur adain dishub gitu buat aturin jalan ini. Biasa 45 menit ini 1,5 jam belum sampe rumah,” keluhnya.
Anisa bilang, macet itu dialami tak hanya saat pulang kerja, kondisi sama dia rasakan juga saat berangkat kerja.
“Dari pagi macet parah. Kayaknya karena ada perbaikan jalan di depan Tittoti Ciputat, itu dampaknya,” ungkapnya.
Perempuan berkacamata itu juga menyoroti soal koordinasi antara dinas terkait antara dinas yang melakukan perbaikan jalan dan Dinas Perhubungan Kota Tangsel untuk atur lalu lintas.
“Di situ kan jalan utama ya, ga ada pembangunan jalan aja padet..apalagi ada. Tadi pagi sih ada Dishub, cuma sorenya ga ada,” ungkapnya heran.
Keluhan Anisa, hanya satu dari sekian juta ribu warga Ciputat soal kemacetan. Ada ribuan bahkan jutaan warga Tangsel lainnya yang mengeluhkan soal kemacetan di Tangsel di media sosial setiap pagi berangkat kerja dan sore atau malam pulang kerja.
Masalah kemacetan di Tangsel ini tak hanya jadi tugas utama pemerintah, tapi juga masyarakat. Pemerintah melalui Dinas Perhubungan dan dinas terkait yang lakukan perbaikan jalan tentu harus memitigasi dan membuat skema agar arus lalu lintas tetap lancar dan perbaikan fasilitas umum berjalan.
Sementara masyarakat, tentu harus saling memberi ruang dan menurunkan ego dalam berkendara. Saling menghargai dan sabar saat berlalulintas menjadi hal sederhana yang dilakukan masyarakat saat alami macet.




