CILEGON, LINIMASSA.ID – Sejumlah buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja PT Krakatau Pipe Industri (KPI), yang merupakan afiliasi dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, mendatangi Kantor Walikota Cilegon pada Senin, 15 Desember 2025.
Aksi tersebut dipicu oleh beredarnya kabar mengenai rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang diduga akan terjadi di beberapa unit usaha Krakatau Steel.
Informasi yang berkembang menyebutkan bahwa jumlah tenaga kerja yang berpotensi terkena kebijakan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 2.400 orang.
Salah satu karyawan KPI yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan bahwa hingga kini belum ada penjelasan resmi dari manajemen terkait kepastian isu tersebut.
Meski belum terkonfirmasi, kabar tersebut dinilai telah menimbulkan kegelisahan di kalangan pekerja.
“Kami datang ke sini karena adanya isu PHK di anak perusahaan Krakatau Steel. Sampai sekarang belum jelas apakah akan direalisasikan atau tidak, makanya kami ingin memastikan langsung,” ujarnya.
Isu PHK di Krakatau Steel
Ia menambahkan, isu PHK tersebut disebut-sebut berkaitan dengan rencana masuknya pendanaan dari Danantara ke Krakatau Steel.
Menurut informasi yang beredar, rasionalisasi jumlah tenaga kerja menjadi salah satu prasyarat untuk memperoleh suntikan modal tersebut.
“Katanya, pengurangan karyawan menjadi syarat jika perusahaan ingin mendapatkan pendanaan dari Danantara,” ungkapnya.
Dalam audiensi tersebut, perwakilan Serikat Pekerja KPI bersama sejumlah serikat pekerja lainnya diterima oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kota Cilegon. Pertemuan itu juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Tenaga Kerja setempat.
Sebagai informasi, mengutip laman resmi Indopremier, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) disebut-sebut akan menjadi badan usaha milik negara kedua, setelah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), yang berpeluang memperoleh dukungan pendanaan dari Danantara.
Saat ini, proses penilaian disebut telah mendekati tahap akhir. Managing Director Non-Financial Holding Operasional Danantara, Febriany Eddy, mengungkapkan bahwa Danantara melalui PT Danantara Asset Management (DAM) berencana menyalurkan pendanaan berupa modal kerja kepada Krakatau Steel.



