linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Ibu Hamil di Lebak Ditolak di Rumah Sakit, Warga Pertanyakan Kualitas Pelayanan
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Ibu Hamil di Lebak Ditolak di Rumah Sakit, Warga Pertanyakan Kualitas Pelayanan
News

Ibu Hamil di Lebak Ditolak di Rumah Sakit, Warga Pertanyakan Kualitas Pelayanan

Andra 2 Desember 2025
Share
waktu baca 2 menit
Ibu hamil di Lebak
Ibu hamil di Lebak tak dilayani Rumah Sakit
SHARE

LEBAK, LINIMASSA.ID – Seorang ibu hamil di Lebak berusia 33 tahun, Siti Rohmah, warga Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, mengaku tidak mendapatkan pelayanan ketika meminta bantuan di RS Kartini Rangkasbitung pada Senin malam, 1 Desember 2025.

Ungkapan kekecewaannya yang menyebar di media sosial menuai respons luas dari masyarakat. Banyak warganet menilai tindakan penolakan tersebut tidak pantas, terutama karena menyangkut keselamatan ibu hamil yang membutuhkan penanganan segera.

Siti bercerita bahwa ia datang ke rumah sakit dalam kondisi lemas akibat asam lambung yang kambuh. ibu hamil di Lebak ini berharap segera diperiksa, namun petugas justru memintanya pulang dengan alasan Instalasi Gawat Darurat sedang penuh.

“Saya hamil tujuh bulan dan khawatir dengan keadaan janin. Tapi mereka bilang IGD penuh,” ujarnya, Selasa 2 Desember 2025.

Sebelum ke RS Kartini, Siti mengaku telah berobat ke mantri setempat dan mendapatkan dua botol infus, namun kondisinya belum membaik. Karena itu, ia dan suaminya memutuskan mencari penanganan di rumah sakit.

ibu hamil di Lebak Tak Dilayani RS

Namun ketika tiba di pintu IGD RS Kartini, Siti menyebut dirinya bahkan belum mendapat pemeriksaan awal sebelum diminta pulang.

Setelah penolakan tersebut, Siti segera menuju RSUD Adjidarmo. Menurutnya, ia langsung menerima perawatan medis meski petugas sempat menyampaikan bahwa ruang rawat inap juga sedang penuh. “Alhamdulillah saya langsung ditangani,” ungkapnya lega.

Kekecewaan Siti bukan hanya soal pelayanan yang diterimanya, tetapi juga terkait harapan akan adanya perlindungan terhadap ibu hamil dalam kondisi darurat.

Ia berharap pihak rumah sakit melakukan evaluasi menyeluruh agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Share This Article
Facebook X Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image
Ad imageAd image

Terkini

THR
PPPK Paruh Waktu di Pemprov Banten Dipastikan Tanpa THR Tahun Ini
News
harga emas
Harga Emas Antam Terkoreksi Rp13.000, Pelaku Pasar Cermati Potensi Kenaikan Lanjutan
News
Polda Banten
Antisipasi Pencurian Saat Mudik, Kapolda Banten Izinkan Warga Titip Kendaraan di Kantor Polisi
News
Harga daging sapi
Harga Daging Sapi di Pasar Badak Capai Rp140 Ribu per Kilogram
News
Narkoba
Provinsi Banten Masih Jadi Lintasan Rawan Penyelundupan Narkoba
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
logo-linimassaid
Selamat datang kembali!

Login ke akunmu

Username or Email Address
Password

Lost your password?