linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Hari Tanpa Diskriminasi Ditetapkan PBB
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > Pendidikan > Hari Tanpa Diskriminasi Ditetapkan PBB
Pendidikan

Hari Tanpa Diskriminasi Ditetapkan PBB

Hilal Ahmad
1 Maret 2024
Share
waktu baca 4 menit
Hari tanpa diskriminasi (Foto : TrenAsa)
Hari tanpa diskriminasi (Foto : TrenAsa)
SHARE

linimassa.id – Pernah mendengar Zero Discrimination atau Hari Tanpa Diskriminasi? Hari peringatan setiap 1 Maret ini dicetuskan pertama kali oleh perserikatan bangsa-bangsa (PBB) tentang HIV/AIDS bernama UNAIDS.

Contents
Asal MulaPertamaDiskriminasi

Dikutip dari situs PPB, UNAIDS sendiri adalah pendukung utama untuk aksi global terhadap epidemik HIV yang cepat, luas, dan terkoordinasi.

Menurut UNAIDS sendiri diskriminasi masih sering terjadi, ketidaksetaraan terhadap pendapatan, gender, usia, status, kesehatan masih menjadi masalah. Ketidaksetaraan tersebut akhirnya dapat tumbuh lebih dari 70 persen dari populasi global yang memicu risiko perpecahan.

Dengan alasan tersebut, Hari Nol Diskriminasi menjadi penting bagi seluruh komunitas dunia sebagai usaha untuk menghapuskan ketidaksetaraan agar terciptanya kerukunan.

 

Asal Mula

Hari Nol Diskriminasi pertama kali dicetuskan pada Desember tahun 2013 oleh UNAIDS pada Hari AIDS Sedunia. Awalnya, Hari Nol Diskriminasi dikhususkan bagi para penyintas HIV/AIDS namun menjadi lebih meluas kepada mantan pengguna narkoba dan narapidana yang tidak lepas dari stigma negatif.

Pada 2014 momentum tersebut memuncak setiap tanggal 1 Maret dengan simbol kupu-kupu. Hari Nol Diskriminasi sendiri merupakan agenda utama dari UNAIDS dan PBB guna mengakhiri diskriminasi sebagai jalan mengakhiri AIDS pada tahun 2030.

Menurut UNAIDS ada lima aksi yang dapat kita lakukan untuk mendukung Hari Nol Diskriminasi, yaitu :

  1. Sorot ketidaksetaraan yang ada di sekitar kita agar orang-orang dapat mengadvokasi perubahan.
  2. Mendukung gerakan anti diskriminasi dan laporkan jika melihat suatu kasus diskriminasi.
  3. Tuntut perubahan dari pemerintah, anggota parlemen, untuk menghilangkan diskriminasi.
  4. Berpartisipasi dalam petisi untuk mengubah undang-undang yang mengandung stigmatis dan diskriminasi.
  5. Mendukung kampanye atau organisasi yang berupaya menjadikan dunia menjadi tempat yang lebih adil.

 

Pertama

Hari Tanpa Diskriminasi pertama kali diperingati bersama-sama di banyak negara pada tahun 2014 dengan tema “Join the Transformation”. Rappler.com pernah menuliskan, sejumlah publik figur di dunia memberi dukungan resmi terhadap peringatan tersebut, mulai dari David Luiz (pesepak bola tim nasional Brasil), Michael Ballack (pesepak bola tim nasional Jerman), Titica (pop star dari Angola), Michelle Yeoh (aktris dan aktivis asal Tiongkok), Loyiso Bala (penyanyi R&B dari Afrika Selatan), Annie Lennox (penyanyi dan aktivis legendaris), hingga Toumani Diabaté (musisi internasional).

- Advertisement -
Ad imageAd image

Di Indonesia, diskriminasi banyak dirasakan LGBT, disable, korban hak asasi manusia, perempuan dan kelompok keyakinan di Indonesia.

Seluruh dunia memperingati tanggal 1 Maret sebagai hari Zero Discrimination atau Hari Tanpa Diskriminasi. Hari tanpa diskriminasi ini sudah dicanangkan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 2013.

Sejak itulah setiap tanggal 1 Maret seluruh dunia merayakan acara tahunan untuk mempromosikan keragaman dan mengakui bahwa setiap orang penting.

 

Diskriminasi

Diskriminasi memiliki banyak bentuk yang sering menjadikan penyebab diskriminasi seperti agama dan kepercayaan, jenis kelamin, ras, seksualitas, usia dan disabilitas.

Di Indonesia Zero Discrimination terus dikampanyekan namun diskriminasi masih banyak sekali terjadi. Hanya beberapa organisasi atau aktivis yang mempromosikan hal ini. Diskriminasi di Indonesia masih sangat kental dengan kehidupan sehari-hari kita.

Pekerjaan besar untuk menjadikan negara Indonesia menjadi negara yang nyaman dan aman bagi semua orang tanpa memandang perbedaan mereka, tetapi dengan melihat bahwa kita semua sama-sama manusia yang hanya menumpang hidup di bumi. (Hilal)

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print

Terkini

PT Cipta Papperia
PT Cipta Papperia Tegaskan Tidak Ada Penyegelan Terkait Dugaan Pencemaran Sungai Ciujung
News
Kekeringan di Pandeglang
Kekeringan di Pandeglang, BPBD Banten Distribusikan 21 Ribu Liter Air Bersih
News
Sungai Ciujung
Sungai Ciujung Tercemar, DLH Kabupaten Serang Temukan 4 Perusahaan Buang Air Limbah Olahan
News
PT ABM
Kejati Banten Kantongi Calon Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PT ABM
News
air bersih
BPBD Banten Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Pandeglang
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan