linimassa.id – Setiap 9 Oktober diperingati sebagai hari pos sedunia atau World Post Day. Ternyata ada lebih dari 150 negara yang berpartisipasi memperingati Hari Pos Sedunia dengan cara beragam.
Di beberapa negara, Hari Pos Sedunia telah ditetapkan sebagai “tanggal merah” atau hari libur.
Tujuan peringatan yakni untuk menumbuhkan kesadaran mengenai peran pos dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dan dunia usaha, maupun kontribusinya terhadap pembangunan sosial dan ekonomi global.
Sejalan dengan tujuannya, momen ini diperingati setiap tahunnya dengan tema yang berbeda. Dilansir dari situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tema Hari Pos Sedunia tahun 2023 adalah “Together For Trust: Collaborating For a Safe And Connected Future” atau “Bersama Untuk Kepercayaan: Berkolaborasi Untuk Masa Depan yang Aman Dan Terhubung.”
Tujuan tema tahun ini memiliki misi yang ditujukan kepada pemerintah dan layanan pos. Harapannya, tema yang dibawakan dalam peringatan Hari Pos Sedunia 2023 ini dapat memberikan gebrakan untuk mendukung adanya pengembangan wilayah pos tunggal digital yang melengkapi jaringan fisik luas yang telah dikembangkan selama berabad-abad.
Tema ini juga menarget kontribusi masyarakat untuk ikut berkolaborasi dengan Universal Postal Union (UPU) dalam membuat perubahan agar masyarakat di manapun tidak perlu mengunjungi kantor pos setempat untuk mendapatkan akses terhadap ekonomi digital.
Asal Mula
Laman resmi PBB menyebut, peringatan ini mulai diperingati dengan diselenggarakannya Kongres Pos Sedunia pada 1969 di Tokyo, Jepang.
Setelahnya, banyak negara di seluruh dunia yang berpartisipasi memperingati Hari Pos Sedunia setiap tahunnya. Hari Pos Sedunia diperingati dengan cara yang beragam oleh tiap negara yang berpartisipasi memperingatinya.
Kongres Pos Sedunia yang menjadi awal mula peringatan Hari Pos Sedunia, dilaksanakan dalam rangka memperingati berdirinya Universal Postal Union (UPU) atau Serikat Pos Sedunia pada tahun 1874 di Swiss, Bern.
UPU merupakan organisasi internasional tertua kedua di dunia. Tugasnya, mengkoordinasikan kebijakan pos antar negara anggota dan telah bergabung menjadi badan khusus PBB pada 1 Juli 1948.
Pos di Era Digital
Peringatan ini turut menyadarkan masyarakat bagaimana peran pos dalam kehidupan. Meskipun dunia sudah banyak beralih kepada dunia digital namun peran pos masih sangat dibutuhkan terutama dalam dunia usaha. Bahkan, pos masih memberikan kontribusi terkait pembangunan sosial dan ekonomi negara.
Tidak sedikit juga pos yang telah mengembangkan lini bisnisnya mengikuti perkembangan zaman. Ada banyak inovasi menarik dari pos yang bisa kita manfaatkan dan memberikan kemudahan untuk kebutuhan kita.
Di Indonesia, saat ini peran pos masih sangat dibutuhkan terutama untuk kebutuhan masyarakat dalam jasa pengiriman. Pos di Indonesia juga turut berkembang dalam mengikuti zaman. (Hilal)



