linimassa.id – Sejak 1960 setiap tanggal 6 April diperingati sebagai Hari Nelayan Nasional. Laman e-Warta Geospasial edisi 7 milik Badan Informasi Geospasial menyebutkan hal ini.
Sebagai negara kepulauan yang diapit samudera Hindia dan Pasifik, Indonesia memiliki potensi perikanan yang sangat besar.
Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya penduduk yang bermata pencarian sebagai nelayan.
Laman Detik Jogja menyebut, Hari Nelayan Nasional diperingati sebagai bentuk mengapresiasi jasa para nelayan Indonesia dalam upaya pemenuhan kebutuhan protein dan gizi bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Hari ini juga menjadi pengingat untuk memajukan kesejahteraan nelayan.
Asal Mula
Sejarah Hari Nelayan Nasional dimulai pada tahun 2001, saat pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan memutuskan untuk memperingati Hari Nelayan Nasional untuk pertama kalinya.
Keputusan ini diambil untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya nelayan bagi negara dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Pada tahun 2003, Presiden Megawati Soekarnoputri menetapkan 6 April sebagai Hari Nelayan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2003.
Dilansir dari laman indonesiabaik.id Hari Nelayan Nasional merupakan sebuah tradisi turun-temurun untuk mengungkapkan syukur atas kesejahteraan hidup yang diberikan.
Hari Nelayan Nasional adalah salah satu bentuk apresiasi terhadap jasa para nelayan atas sumbangsihnya dalam pemenuhan kebutuhan protein dan gizi masyarakat.
Nelayan juga berperan sebagai penyedia protein hewani dari sumber ikan, sebagai perekat hubungan antar daerah, dan sebagai penghasil devisa negara dari sektor perikanan dan kelautan.
Apresiasi
Laman IDN Times menyebut, Hari Nelayan Nasional diperingati sebagai bentuk mengapresiasi jasa para nelayan Indonesia dalam upaya pemenuhan kebutuhan protein dan gizi bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Hal ini sekaligus sebagai bentuk pengingat untuk bersyukur dan memajukan kesejahteraan nelayan.
Setiap 6 April, masyarakat di Pelabuhan Ratu Sukabumi, Jawa Barat mengadakan upacara Labuh Saji. Upacara ini merupakan bentuk penghormatan kepada seorang putri bernama Nyi Putri Mayangsagara, yang bertujuan agar rakyat mendapat kesejahteraan dari pekerjaan mereka sebagai nelayan.
Sesajen yang digunakan adalah kepala kerbau atau kepala kambing. Namun, saat ini tradisi tersebut diganti dengan penaburan benih ikan, bibit udang dan anak penyu ke tengah teluk Pelabuhan Ratu Sukabumi.
Harapannya agar laut Pelabuhan Ratu tetap subur dan memberikan hasil yang melimpah bagi nelayan.
Perairan
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki garis perairan 81.000 km. Hal ini menjadikan laut Indonesia memiliki potensi yang melimpah.
Namun, hal ini tidak sejalan dengan kehidupan para nelayan yang masih berada di garis kemiskinan.Kurangnya penguasaan pengetahuan serta kemampuan modal yang lemah dan permainan harga jual menjadi beberapa masalah yang dihadapi oleh nelayan.
Para nelayan juga harus bersaing dengan nelayan asing yang menangkap ikan secara ilegal, hal ini merupakan lingkaran yang terus di hadapi oleh nelayan.
Minimnya keberpihakan pemerintah terhadap nelayan tradisional juga memperparah kondisi nelayan saat ini.
Untuk itu adanya Hari Nelayan Nasional diperingati sebagai evaluasi yang perlu diperbaiki di sektor kelautan dan perikanan di Tanah Air. (Hilal)



