linimassa.id – Pernah mendengar tentang hari kehabagiaan internasional? Ya, ini diperingati setiaap 20 Maret. Ini adalah hari untuk berbahagia. Kebahagiaan adalah tujuan dasar kemanusiaan.
Majelis umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengakui bahwa tujuan ini dan menyerukan “pendekatan yang lebih inklusif, adil, dan seimbang untuk pertumbuhan ekonomi yang mendorong kebahagian dan kesejahteraan semua orang”.
Laman indonesia.un.org menyebut, pemerintah dan organisasi internasional harus berinvestasi pada kondisi yang mendukung rasa bahagia dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan memasukkan dimensi kesejahteraan dan lingkungan ke dalam kerangka kerja kebijakan, seperti 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Efektivitas pemerintah dalam menegakkan perdamaian dan ketertiban sosial, serta di bidang perpajakan, lembaga hukum, dan penyediaan layanan publik, sangat berkorelasi dengan kepuasan hidup rata-rata.
Perserikatan Bangsa-Bangsa mengundang setiap orang dari segala usia, ditambah setiap ruang kelas, bisnis dan pemerintah untuk bergabung dalam merayakan Hari Kebahagian Internasional.
Asal Mula
Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam resolusi 66/281 pada 12 Juli 2012 menetapkan tanggal 20 Maret sebagai Hari Kebahagiaan Internasional, mengakui relevansi kebahagiaan dan kesejahteraan sebagai tujuan universal dan aspirasi dalam kehidupan manusia di seluruh dunia dan pentingnya pengakuan mereka pada tujuan kebijakan publik.
Hal ini juga mengakui kebutuhan pendekatan yang lebih inklusif, adil, dan seimbang untuk pertumbuhan ekonomi yang mendorong pembangunan berkelanjutan, pemberantasan kemiskinan, kebahagiaan dan kesejahteraan semua orang.
Resolusi ini diinisiasi oleh Bhutan, negara yang mengakui nilai kebahagiaan nasional di atas pendapatan nasional semenjak awal tahun 1970-an dan terkenal mengadopsi tujuan Kebahagiaan Nasional Bruto di atas Produk Nasional Bruto.
Bhutan juga menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Tinggi tentang “Kebahagiaan dan Kesejahteraan: Mendefenisikan sebuah paradigma ekonomi baru” selama sesi keenam puluh enam Sidang Umum PBB.
Dimulai pada tahun 2014 oleh UNESCO Bangkok, projek Sekolah Bahagia menawarkan sebuah pendekatan alternatif untuk meningkatkan pengalaman pembelajaran dengan memprioritaskan kebahagiaan sekolah.
Dengan berfokus pada kesejahteraan, keterlibatan, dan rasa memiliki di sekolah, Projek Sekolah Bahagia membantu menumbuhkan kecintaan belajar seumur hidup. Pada tahun 2022, sebuah panduan dan perangkat dikembangkan.
Projek Sekolah Bahagia akan mengglobal dengan advokasinya untuk memprioritaskan kesejahteraan dan kebahagiaan di sekolah, dengan pembaruan fokus pada peningkatan pengalaman belajar.
Bagaimana, kamu masih butuh alasan untuk berbahagia? (Hilal)



