linimassa.id – Setiap 5 April diperingati sebagai Hari Hati Nurani Internasional atau International Day of Conscience.
Peringatan ini ditetapkan pertama kali oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Peringatan ini bertujuan menumbuhkan budaya damai.
PBB ingin segala tindakan yang dilakukan manusia dilakukan dengan pertimbangan hati nurani terlebih dahulu.
Hati nurani secara umum dapat digambarkan sebagai perasaan moral seseorang tentang benar, dan salah. Selain menumbuhkan budaya damai, PBB juga ingin menciptakan stabilitas dunia, serta meningkatkan kesejahteraan manusia.
PBB pun ingin adanya nuansa perdamaian dan persahabatan berdasarkan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan mendasar.
Artinya, semua orang memiliki hak dan kewajiban sama, tanpa membedakan ras, jenis kelamin, bahasa, dan atau agama.
Ide ini disampaikan Pangeran Khalifa bin Salman Al Khalifa, Perdana Menteri Kerajaan Bahrain di Majelis Umum PBB ke-73. Inisiatifnya adalah menetapkan tanggal 5 April sebagai Hari Nurani Internasional dan akhirnya disetujui oleh banyak anggota.
PBB mengadopsi resolusi tersebut dan memberikan judul. Judul tersebut adalah ‘Mempromosikan Budaya Perdamaian dengan Cinta dan Hati Nurani’.
Tujuan Lain
Peringatan ini juga untuk meningkatkan kesadaran di antara masyarakat untuk mengetahui pentingnya hak asasi manusia, kebebasan berpendapat, hingga martabat kemanusiaan. Mengutip dari situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) peringatan ini penting untuk dirayakan.
Melalui pembukaan deklarasi Universal Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa pengabaian hingga penghinaan terhadap hak asasi manusia telah mengakibatkan tindakan-tindakan biadab yang menimbulkan kemarahan hati nurani di antara umat manusia.
Pasalnya semua umat manusia dilahirkan merdeka dan setara dalam martabat dan hak setara diberkahi dengan akal dan hati nurani serta harus bertindak terhadap satu sama lain dengan semangat persaudaraan.
Peringatan Hari Hati Nurani Internasional mempunyai tujuan penting dalam meningkatkan kesadaran di antara masyarakat tentang pentingnya hati nurani demi perdamaian yang ada di dunia.
Tujuan dari peringatan ini juga menjadi introspeksi agar masyarakat bisa bertindak sesuai dengan nilai-nilai moral yang ada. Kemudian mengingatkan masyarakat untuk menghindari hal buruk yang merugikan sesama manusia.
Pada peringatan tahun ini tema dari Hari Hati Nurani Internasional bertajuk “Promoting the Culture of Peace with Love and Conscience”. Artinya tahun ini memiliki tujuan untuk mengetahui pentingnya kesadaran diri dan tanggung jawab moral dalam menghadapi tantangan global saat ini.
Di tengah banyaknya gejolak politik hingga ketegangan antarbangsa menjadikan tema ini untuk menyerukan persatuan dalam melakukan tindakan yang berlandaskan pada hati nurani dan nilai-nilai kemanusiaan.
Saat ini penting untuk menciptakan kondisi stabilitas yang sejahtera untuk menciptakan situasi yang damai di seluruh dunia. Sehingga untuk menyelamatkan generasi mendatang perlu menghindari adanya perang dengan menciptakan budaya damai.
Pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa percaya dengan adanya peringatan ini bisa meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melakukan tindakan yang benar. Terutama untuk mendorong sejumlah individu untuk menghentikan perilaku kejahatan terhadap sesama manusia.
Sebagai informasi nurani digambarkan sebagai perasaan moral seseorang tentang benar dan salah. Perasaan nurani memiliki peran yang penting sebagai landasan perilaku seseorang untuk berani mengikuti apa yang diyakini sebagai hal yang benar.
Konflik
Hari Hati Nurani Internasional pertama kali diusulkan pada tahun 2012 dengan melihat berbagai konflik serta ketidakadilan yang terjadi di seluruh dunia. Terutama pada daerah-daerah yang sering terkena dampak bencana atau terpinggirkan.
Awalnya peringatan ini diusulkan oleh Goodness Foundation sebuah organisasi asal Swiss yang mendedikasikan peringatan tersebut untuk mempromosikan pentingnya perdamaian, keadilan, hingga kemanusiaan di seluruh dunia.
Kemudian setahun kemudian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui adanya peringatan tersebut. Mereka melihat bahwa kehadiran hati nurani menjadi hal yang penting untuk mendapatkan dunia yang damai.
Persetujuan dari PBB juga menjadi tanda penting adanya dukungan secara Internasional untuk gagasan tersebut. (Hilal)



