SERANG, LINIMASSA.ID – Memasuki hari kedua Ramadan 2026, harga daging sapi di Pasar Induk Rau, Kota Serang, mengalami kenaikan signifikan.
Lonjakan harga ini dipicu meningkatnya kebutuhan masyarakat, khususnya untuk persiapan menu berbuka puasa.
Sebagai pasar tradisional terbesar dan tertua di Kota Serang, Pasar Induk Rau kerap menjadi acuan harga daging sapi, termasuk bahan pokok lainnya di daerah tersebut.
Pasar yang berada di Jalan KH Abdul Latif, Kelurahan Sumurpecung, Kecamatan Serang, selalu dipadati pengunjung, terlebih saat Ramadan.
Didirikan pada 1982 di atas lahan sekitar lima hektare dengan bangunan tiga lantai, pasar ini menjadi pusat perputaran ekonomi warga Serang dan sekitarnya.
Tempat ini juga memiliki catatan sejarah karena pernah diresmikan pada 2004 oleh Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri.
Harga Daging Sapi Naik
Dari hasil pantauan, para pedagang daging sapi berjualan di area luar pasar dengan lapak yang dipenuhi pembeli. Banyak warga membeli daging untuk kebutuhan santapan berbuka.
Sebelum Ramadan, harga daging sapi berada di kisaran Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram. Namun pada hari kedua puasa, harganya melonjak menjadi Rp140 ribu per kilogram.
Artinya, terjadi kenaikan sekitar Rp20 ribu per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya. Pedagang menyebut tingginya permintaan sebagai faktor utama yang mendorong kenaikan tersebut.
Salah satu pembeli, Yati, mengaku tetap membeli daging meski harga daging sapi meningkat. Ia berencana mengolahnya menjadi rendang untuk menu berbuka bersama keluarga.
“Untuk masak rendang. Biasanya Rp120 ribu sampai Rp130 ribu sebelum Ramadan, sekarang naik Rp20 ribu. Maunya sih turun jadi Rp100 ribu,” ujarnya, Jumat, 20 Februari 2026.



