LINIMASSA.ID, TANGSEL – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus berkomitmen memperjuangkan hak-hak masyarakat salah satunya dalam bidang pendidikan.
Terbaru, LBH GP Ansor Kota Tangsel advokasi dan dampingi salah satu anak yang terkendala terhadap administrasi dalam mengambil ijazah di salah satu SD Negeri di Serpong Utara.
LBH GP Ansor Kota Tangsel bersama dengan PAC GP Ansor Serpong Utara** yang diketuai Noval Ariansyah dalam mengawal kasus tersebut hingga mendapatkan kejelasan dan penyelesaian yang berpihak kepada keadilan.
Ketua PAC GP Ansor Serpong Utara, Noval Ariansyah menegaskan, kendala administrasi yang dialami siswa menjadi persoalan serius dan berdampak pada masa depan anak.
“Ijazah adalah hak dasar peserta didik. Tidak boleh ada pihak mana pun yang menghambat siswa dengan alasan apa pun. Pendampingan ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan organisasi kami terhadap masyarakat,” tegasnya.
Noval menuturkan, siswa yang terkendala administrasi saat akan mengambil ijazahnya itu berasal dari keluarga tidak mampu.
Advokasi dilakukan dengan koordinasi dan komunikasi lintas lembaga terkait yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, sehingga hal tersebut dapat diselesaikan dan pihak yang bersangkutan mendapatkan haknya dari sekolah.
“Kedepan kita akan advokasi agar siswa yang sempat terkendala sekolah ke SMPN, tahun ajaran baru ini akan kami upayakan agar bisa masuk SMPN dan kakaknya bisa menempuh pendidikan ujian paket B dan C. Sehingga mendorong terwujudnya generasi emas Indonesia 2045 serta ekonomi keluarga,” papar Noval.
Selain pendampingan hukum, GP Ansor Kota Tangsel juga memberikan bantuan ekonomi produktif berupa gerobak usaha serta perlengkapan dagang kepada orangtua siswa yang terkendala administrasi di sekolahnya itu.
Gerobak usaha yang diberikan, merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga, yakni sinergi dengan BAZNAS Kota Tangsel.
Sekretaris GP Ansor Kota Tangsel Amizar menuturkan, bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang, tidak hanya menyelesaikan persoalan hukum tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
“Pendampingan hukum harus berjalan beriringan dengan pendampingan sosial dan ekonomi, agar masyarakat benar-benar bangkit dan berdaya,” tuturnya.
GP Ansor Kota Tangsel terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, menjadi jembatan advokasi, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak demi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan umat.
Terpisah, Kepala Dikbud Kota Tangsel Deden Deni mengatakan, pihaknya mendukung dan akan membantu fasilitasi agar siswa tersebut dapat melanjutkan pendidikan di jenjang berikutnya.
“Kami akan mendukung agar yang bersangkutan dapat melanjutkan pendidikan. Bagaimanapun pendidikan merupakan layanan dasar yang wajib diselenggarakan dan difasilitasi oleh pemerintah,” pungkas Deden.



