LINIMASSA.ID – Istilah Work From Coffeshop atau WFC menjadi populer hingga saat ini. Bahkan di Jakarta sendiri terdapat beberapa komunitas WFC, yang anggotanya merupakan pekerja hybrid, remote work, freelance dan lain sebagainya.
Umumnya, kegiatan bekerja di cafe ini dimulai sejak pagi hari hingga menjelang sore sambil menikmati aneka cemilan dan kopi.
Konsep work from coffeshop ini untuk mencari suasana baru, refleksi kebutuhan dan interaksi sosial di tengah keterbatasan ruang kerja konvensional.
Work from coffeshop ini dipilih karena lingkungannya yang nyaman, dan berbeda dari kantor yang kebanyakan memiliki lingkungan toxic.
Meski banyak peminatnya, work from coffeshop ini memiliki tantangan bagi sebagian orang, banyak yang merasa kesulitan fokus saat bekerja di coffeshop.
Dampak Negatif Work From Coffeshop
Dampak bagi pelaku work from coffeshop adalah terganggunya konsentrasi, lingkungan kafe yang ramai dan berisik akan mengganggu fokus dan sulit konsentrasi pada pekerjaan.
Resiko work from offeshop juga ada pada masalah teknis seperti adanya kendala pada wifi, sinyal wifi yang tidak stabil mengakibatkan pekerjaan jadi terhambat.
Selain itu, ketergantungan dengan lingkungan coffeshop akan menyebabkan gaya hidup konsumtif, karena harus mengeluarkan biaya untuk membeli makanan dan minuman di coffeshop.
Work from coffeshop tidak hanya berdampak pada individu saja, tetapi juga akan berdampak pada lingkungan coffeshop juga.
Jika pekerja remote mengunjungi coffeshop tanpa membeli makanan atau minuman, maka akan merugikan biaya operasional coffeshop.
Namun dibalik itu semua, work from coffeshop ini mampu memberikan kebebasan bagi individu untuk memilih tempat kerja yang sesuai dengan kebutuhan, bebas dari tekanan kantor dan pengawasan langsung dari atasan.
Jadi, bagi beberapa orang work from coffeshop ini dianggap lebih efisien dibandingkan work from office.



