linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Curhat ke AHY, Pelaku Ekraf Banten Minta Pemda Utamakan Ruang Kreatif
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Curhat ke AHY, Pelaku Ekraf Banten Minta Pemda Utamakan Ruang Kreatif
News

Curhat ke AHY, Pelaku Ekraf Banten Minta Pemda Utamakan Ruang Kreatif

Andra
23 Februari 2026
Share
waktu baca 2 menit
Ekraf Banten
Pelaku Ekraf Banten curhat ke AHY
SHARE

SERANG,LINIMASSA.ID – Pembangunan di Banten dinilai tak seharusnya hanya menitikberatkan pada proyek fisik seperti jalan dan jembatan.

Kalangan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) mendorong agar pemerintah daerah mulai memprioritaskan pembangunan ruang kreatif atau creative hub sebagai penggerak pemerataan ekonomi.

Aspirasi itu disampaikan dalam forum “Duduk Dengar Kreatif” yang menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, di Serang pada Sabtu, 21 Februari 2026.

Dalam diskusi tersebut, pelaku industri kreatif menyoroti ketimpangan ekonomi antara wilayah Tangerang Raya dan daerah lain di Banten.

Kurangnya ruang publik yang mendukung aktivitas kreatif di luar kawasan industri disebut menjadi salah satu penyebab kesenjangan tersebut.

Pelaku Ekraf Banten

Ketua Umum Forum Ekonomi Kreatif atau Ekraf Banten, Muhammad Irfan Koyong, menegaskan bahwa sektor ekraf di Banten memiliki potensi besar.

Ia mencontohkan gelaran Banten Creative Fest (BCF) yang mampu menciptakan perputaran ekonomi signifikan setiap kali dilaksanakan.

Menurutnya, hal itu membuktikan bahwa ekonomi kreatif merupakan motor ekonomi baru, bukan sekadar pelengkap.

Namun, keterbatasan fasilitas dinilai menjadi hambatan utama. Tanpa creative hub yang memadai, talenta muda Banten dikhawatirkan akan memilih merantau ke daerah lain yang infrastrukturnya lebih siap, sehingga nilai ekonomi yang dihasilkan justru mengalir ke luar daerah.

Sejumlah peserta forum menyampaikan bahwa kehadiran ruang kreatif dapat menjaga anak muda tetap berkarya di daerahnya, sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Menanggapi aspirasi tersebut, AHY menyebut sektor ekonomi kreatif sebagai bidang strategis yang berkelanjutan. Ia menilai, penguatan sektor ini penting untuk membantu Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap).

Pernyataan itu mendapat respons positif dari pelaku ekraf. Mereka berharap arah kebijakan pembangunan ke depan juga mencakup penguatan “infrastruktur kebudayaan”, sehingga pertumbuhan ekonomi kreatif tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi merata hingga ke berbagai daerah di Banten.

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- HUT RI -
Ad imageAd image
- 14 AGUSTUS 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

Gunung Anak Krakatau
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Pariwisata, Kerugian Disebut Capai Belasan Miliar
News
Mal Ramayana
Pria 26 Tahun Tewas Jatuh dari Mal Ramayana Kota Serang, Diduga dalam Pengaruh Alkohol
News
Uji coba
Sirine Peringatan Dini Tsunami Diuji Coba, Warga Diminta Tetap Tenang
News
Sekolah swasta
Pemkot Cilegon Gandeng Puluhan Sekolah Swasta untuk Program Pendidikan Gratis 2027
News
Hotel
Erupsi Gunung Anak Krakatau Berdampak ke Pariwisata Banten, 70 Persen Booking Hotel Batal
News
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan