linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Reading: Cegah Rabies, DKPP Kabupaten Serang Vaksinasi 1.400 Anjing
linimassa.idlinimassa.id
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Cari di sini
  • News
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Khazanah
  • Berita Video
Punya akun? Sign In
Follow US
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
linimassa.id > Indeks > News > Cegah Rabies, DKPP Kabupaten Serang Vaksinasi 1.400 Anjing
News

Cegah Rabies, DKPP Kabupaten Serang Vaksinasi 1.400 Anjing

Andra
2 Oktober 2026
Share
waktu baca 4 menit
Kabupaten Serang
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo
SHARE

SERANG, LINIMASSA.ID – Upaya mencegah penyebaran penyakit rabies terus dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang. Sebanyak 1.400 ekor anjing di sebuah rumah singgah di Desa Kendayakan mendapatkan vaksinasi rabies.

Vaksinasi tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan agar anjing tidak terjangkit rabies sekaligus mengurangi risiko penularan penyakit yang dapat membahayakan manusia.

Kepala DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, seluruh anjing yang berada di rumah singgah tersebut menjadi sasaran vaksinasi.

“Hari ini kita lagi nyuntik 1.400 ekor anjing diberikan vaksin rabies, dalam menjaga kesehatan hewan dan masyarakat, supaya tidak terkena rabies yang dapat membahayakan nyawa,” katanya.

Menurut Suhardjo, rumah singgah yang berada di Desa Kendayakan tersebut dikelola oleh pencinta hewan, khususnya anjing. Tempat itu menampung anjing terlantar yang berasal dari sejumlah daerah, seperti Jakarta, Tangerang, dan Serang.

Jumlah anjing yang kini dirawat di lokasi tersebut mencapai sekitar 1.400 ekor. Seluruhnya dipelihara dalam satu kawasan dan mendapatkan perawatan dari pengelola rumah singgah.

“Ada rumah singgah, jadi memang pemiliknya ini pecinta anjing, jadi ada beberapa anjing yang ada di Jakarta, yang terlantar itu dia sekarang diurusin di situ yang totalnya ada sekitar 1.400 ekor. Jadi, kami datang untuk memberikan vaksin rabies agar tidak sakit,” ujarnya.

Suhardjo menjelaskan, vaksinasi kali ini difokuskan terhadap anjing. Pemberian vaksin rabies dilakukan secara berkala dan perlu diulang setiap satu tahun.

Adapun vaksin yang digunakan merupakan pasokan dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Menurut dia, persediaan vaksin rabies saat ini masih mencukupi.

“Fokus hewan anjing semua hewan anjing semua ada sekitar 1.400 ekor, vaksin setahun sekali harus diulang-ulang. Kita vaksin dari kementerian ya, kita disuplai,” ucapnya.

- Advertisement -
Ad imageAd image

Sementara itu, Medik Veteriner Ahli Muda DKPP Kabupaten Serang Yesi Pratiwi Kusumawati mengatakan, vaksinasi terhadap 1.400 anjing tersebut dilakukan di rumah singgah yang selama ini menjadi tempat penampungan anjing terlantar.

Cegah Penularan Rabies di Kabupaten Serang

Menurut Yesi, di Kabupaten Serang terdapat dua rumah singgah anjing yang menjadi lokasi pemeliharaan hewan terlantar. Keduanya berada di Kecamatan Kragilan dan Kecamatan Cinangka.

“Kita vaksinasi rabies di rumah singgah anjing ini, di Kabupaten Serang ada dua yaitu di Kecamatan Kragilan dan di Kecamatan Cinangka. Setiap satu tahun sekali, kita lakukan vaksin rabies ini,” katanya.

Yesi menyebutkan, rumah singgah di Kecamatan Cinangka saat ini menampung sekitar 300 ekor anjing. Vaksinasi rabies terhadap hewan-hewan tersebut juga direncanakan dilakukan dalam waktu dekat.

Dia menjelaskan, vaksinasi menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah dan mengendalikan rabies. Penyakit tersebut disebabkan virus yang dapat menyerang hewan dan kemudian menular kepada manusia.

Sejumlah hewan diketahui dapat menjadi pembawa rabies, di antaranya anjing, kucing, kera, monyet, dan musang. Karena dapat ditularkan dari hewan ke manusia, rabies termasuk penyakit zoonosis.

“Hewan pembawa rabies ini diantaranya anjing, kucing, kera, monyet, dan musang, penting karena rabies ini sifatnya zoonosis atau bisa menular ke manusia. Kalau tidak dilakukan vaksinasi rabies, berarti tidak ada pencegahan, maka ketika kena rabies itu tidak ada obatnya, pencegahannya hanya dengan vaksinasi saja,” ujarnya.

Yesi menambahkan, hingga tahun ini tidak ditemukan kasus rabies pada manusia di Kabupaten Serang. Kondisi serupa juga tercatat di tingkat Provinsi Banten.

“Alhamdulillah di Kabupaten Serang nol kasus seseorang terkena rabies, begitupun se Banten juga nol kasus,” ucapnya.

Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
- HUT RI -
Ad imageAd image
- 14 AGUSTUS 2026 -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad imageAd image

Terkini

KKMP
Baru 24 KKMP di Kota Serang yang Siap Diusulkan Beroperasi
News
DPRD Kota Serang
DPRD Kota Serang Sepakati Usulan Penetapan sebagai Ibu Kota Banten
News
CKG
CKG di Kota Serang Sudah Menjangkau 419 Ribu Warga
News
BPBD Lebak
Jelang Musim Hujan, BPBD Lebak Tingkatkan Kewaspadaan Banjir dan Longsor
News
Sekda Kota Tangsel
Update Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Kota Tangsel di PTUN, Ini Kata Saksi Ahli
Pemerintahan
linimassa.idlinimassa.id
Follow US
© 2023 linimassa.id. Designed by dezainin.com
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Redaksi
  • Info Iklan