LEBAK, LINIMASSA.ID – Sebuah mikrobus bernomor polisi B 7885 FAA mengalami kecelakaan tunggal di kawasan Tanjakan Cariang, Sawarna, Kabupaten Lebak pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.
Kendaraan tersebut mengangkut rombongan wisatawan asal Bekasi berjumlah 36 orang. Seluruh penumpang dilaporkan menjadi korban dalam insiden tersebut, meski tidak ada korban jiwa.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Lebak, Ipda Aris Setyawan, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi di Jalan Raya Bayah–Sawarna, tepatnya di Kampung Tumenggung, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah.
Menurutnya, mikrobus jenis Hino itu melaju dari arah Pulo Manuk menuju Sawarna dengan membawa puluhan penumpang.
“Total ada 36 orang di dalam kendaraan, terdiri dari 34 penumpang dan satu sopir,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, rombongan tersebut hendak menuju objek wisata Pantai Goa Langir. Namun, sekitar lima menit sebelum tiba di lokasi tujuan, kecelakaan terjadi.
Diduga, pengemudi dalam kondisi mengantuk saat melintasi turunan di kawasan Cariang, sehingga kehilangan kendali atas kendaraan.
“Mobil tidak terkendali saat melewati turunan dan akhirnya keluar jalur hingga masuk ke tebing,” jelasnya.
Meski kecelakaan cukup serius, seluruh penumpang dan sopir selamat. Para korban mengalami berbagai luka ringan hingga sedang.
Saat ini, korban mendapatkan penanganan medis di RSUD Cilograng, Puskesmas Bayah, serta sebagian dirawat di rumah warga sekitar.
Kronologi Kecelakaan Tanjakan Cariang Sawarna
Peristiwa tersebut terjadi ketika rombongan wisatawan hampir sampai di tujuan mereka, yakni Pantai Goa Langir.
“Sekitar lima menit lagi tiba di lokasi wisata,” kata Aris pada Rabu (25/3/2026).
Sebelum kejadian, rombongan sempat beristirahat di kawasan Pantai Pulo Manuk. Namun, setelah melanjutkan perjalanan, kecelakaan tidak dapat dihindari.
Ia menegaskan bahwa insiden ini merupakan kecelakaan tunggal yang terjadi saat kendaraan menuruni jalan.
“Tidak ada kendaraan lain yang terlibat,” katanya.
Seluruh penumpang yang merupakan satu keluarga besar asal Bekasi dipastikan selamat. Meski demikian, mereka mengalami luka seperti lecet, luka jahitan, hingga keseleo.
Saat ini, para korban masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat.



