linimassa.id – Setiap 30 Maret diperingati sebagai Hari Tanpa Sampah Internasional. Perayaan ini bertujuan untuk mempromosikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.
PBB menetapkan Hari Tanpa Sampah Internasional sebagai respons terhadap dampak sampah terhadap kesehatan, perekonomian, dan lingkungan.
Laman United Nations menyebut, pada 14 Desember 2022, melalui Resolusi UNGA Nomor A/RES/77/161, Majelis Umum PBB telah menetapkan tanggal 30 Maret sebagai Hari Tanpa Sampah Internasional.
Hari Tanpa Sampah Internasional diperingati setiap tahun. Tujuan peringatannya untuk memperkuat pengelolaan sampah secara global dan perlunya mendorong pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan, dikutip dari unhabitat.org
Pada 2023, seluruh dunia merayakan Hari Tanpa Sampah Internasional yang pertama. Acara ini bertujuan untuk menyebarkan kesadaran tentang berbagai inisiatif nihil sampah di tingkat nasional, subnational, regional, dan lokal serta perannya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
Strategi tanpa limbah dapat menciptakan praktik pengelolaan limbah yang efisien dan mengurangi produksi limbah.
Hari Tanpa Sampah Internasional mempromosikan produksi dan konsumsi berkelanjutan, meningkatkan kesadaran akan inisiatif tanpa sampah, dalam mendukung Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030.
Manfaat Merayakan
Ini adalah beberapa manfaat dari lingkungan hidup, komunitas dan pembangunan ekonomi, dikutip dari www.torontoenvironment.org seperti dikutip Detik.
Manfaat bagi Lingkungan Hidup
- Mengurangi Dampak Perubahan Iklim
Menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) yang berarti pengurangan, penggunaan kembali, dan daur ulang dapat berkontribusi secara signifikan terhadap upaya kita memerangi perubahan iklim dengan menurunkan emisi gas rumah kaca.
- Mengurangi Polusi Udara dan Melestarikan Sumber Daya Alam
Melestarikan sumber daya alam dan mengurangi polusi dari ekstraksi, produksi, dan pembuangan. Daur ulang juga memainkan peran penting dalam mencegah sampah masuk ke tempat pembuangan sampah dan insinerator, sekaligus menyediakan bahan daur ulang bagi produsen, bukan bahan mentah, untuk memproduksi barang baru.
Manfaat bagi Komunitas
- Mempromosikan Keadilan Sosial dan Membangun Komunitas
Kapasitas masyarakat dapat diperkuat, komunitas yang terpinggirkan dapat didukung, dan kesehatan masyarakat dapat dilindungi dengan menerapkan pendekatan zero waste.
Manfaat bagi Pembangunan Ekonomi
- Mendukung Ekonomi Sirkular dan Menciptakan Lapangan Kerja
Pendekatan zero waste mendorong pengembangan ekonomi sirkular, di mana barang-barang bekas dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya untuk produk baru. Hal ini menciptakan dampak positif dengan menciptakan peluang kerja yang ramah lingkungan, karena sumber daya terus digunakan kembali dalam perekonomian, bukan hanya digunakan sekali lalu dibuang begitu saja.
- Peran Penting dalam Dunia Usaha
Tujuannya adalah untuk mencapai tujuan zero waste dan menciptakan ekonomi sirkular dan menghilangkan limbah. Aspek penting dari tujuan ini adalah untuk mewajibkan perusahaan yang memproduksi atau mengimpor produk dan kemasan untuk bertanggung jawab atas limbah yang dihasilkan oleh produk mereka. Hal ini akan mendorong pengembangan solusi inovatif untuk ekonomi sumber daya sirkular. (Hilal)



