linimassa.id – Piama atau piyama dikenal sebagai pakaian malam untuk tidur. Namun saat ini, piama hadir lebih stylish dan bisa dipakai untuk santai dan liburan.
Piama biasanya terdiri dari dua potong pakaian, walaupun ada juga yang terdiri dari satu potong. Biasanya digunakan oleh anak-anak, tetapi juga orang dewasa, terutama di musim dingin.
Kata “piama” diserap dari bahasa Belanda pyjama, yang diserap dari bahasa Inggris pyjamas atau pajamas. Kata tersebut berasal dari bahasa Hindustan pāy-jāma yang diserap dari bahasa Persia pāy-jāmeh.
Pāy-jāmeh sebenarnya hanya merujuk pada celana panjang bertali pinggang yang longgar yang biasa digunakan di Persia dan Semenanjung India.
Pesta tidur atau pesta piyama adalah sebuah pesta yang umumnya diadakan oleh anak-anak atau remaja, dimana para tamu diundang untuk singgah semalaman di rumah teman, terkadang untuk perayaan hari ulang tahun atau acara istimewa lain. Acara serupa juga diadakan di tempat lain selain rumah pribadi, seperti sekolah atau gereja.
Fashion
Laman VOI Sumut menulis, piama juga merekam perkembangan industri fesyen. Coco Chanel adalah perancang pertama yang menciptakan piama atau piyama yang menarik dan elegan untuk wanita.
Rancangan desainer legendaris ini meyakinkan para wanita bahwa piyama dapat dikenakan dengan sentuhan kenyamanan sekaligus keindahan baju tidur tradisional. Melansir Radice, kata piyama bukan berasal dari negara Barat.
Piyama dipakai dari masa kekaisaran Ottoman abad ke-13. Awalnya, piyama adalah celana panjang dengan tali ikat di pinggang.
Pakaian ini dipakai oleh wanita maupun pria di seluruh Timur Tengah dan Asia Selatan, termasuk Bangladesh, Pakistan, Iran, dan India Selatan. Ukurannya bisa longgar maupun ketat, ada juga yang kencang pada bagian pergelangan kaki.
Celana panjang ini biasanya dipasangkan dengan tunik ikat yang jatuh hingga lutut pemakainya. Padu padan tersebut dianggap sebagai cara terbaik untuk merasa nyaman dan tetap bersih termasuk ketika tidur.
Pada abad ke-14 dan 15, orang Eropa menemukan potongan pakaian tidur dan di rumah ini. Kemudian mengadopsi sesuai iklim di negaranya. Pada abad ke-17, hampir semua orang di Eropa mengenakan piyama yang diadaptasi dari kekaisaran Ottoman.
Abad Pertengahan membawa piyama sebagai fesyen yang lebih variatif. Terutama ketika mesin jahit membuat produksi fesyen jadi semakin masif. Dan desain piyama lebih panjang atau bahkan dibuat terlalu panjang serta jadi outfit siap pakai.
Dari awal 1600-an hingga pertengahan 1800-an, baju tidur desainnya seperti kemeja, berkerah dan memiliki bukaan leher yang dalam pada bagian depan. Baru pada akhir 1800-an, piyama terbuat dari berbagai jenis kain, termasuk flanel, katun, linen, dan sutra baik yang polos maupun berwarna.
Pada awal 1900-an, piyama secara menyeluruh merebut pasar fesyen wanita. Dimulai dari desain celana dan atasan berkancing serta hiasan lembut di bagian pergelangan tangan. Variasi selanjutnya berbentuk jubbah bertali bagian pinggang atau mirip kimono.
Pada 1970-an, banyak orang memakai setelan kemeja dan celana sutra yang terinspirasi dari pakaian tidur Cina dan India. Pada awalnya piyama jadi pakaian tidur yang tak boleh dipakai keluar rumah hingga fesyen kekinian lahir dan mendobrak aturan konvensional sehingga piyama bisa jadi outfit kerja.
Fungsi
Fungsi piyama yang lain adalah agar pakaian tidur tetap terlihat stylish dan modis, walaupun hanya digunakan untuk tidur.
Piyama atau pajamas memiliki asal-usul atau sejarah mengapa dan sejak kapan pakaian tidur ini digunakan.
Walaupun tidak ada catatan yang jelas mengenai asal-usul piyama digunakan, tetapi nama yang digunakan diyakini berasal dari bahasa Bengali yakni “pajama”.
Baju tidur ini terinspirasi dari pakaian yang banyak ditemukan di Mesir, Romawi, India, Asia, hingga Eropa. Dari yang awal mulanya memiliki model sederhana hingga terus berkembang hingga modelnya menjadi semakin modern mengikuti perkembangan zaman. Apalagi ketika mesin jahit mulai menyebar di seluruh dunia pada abad ke-19.
Di awal kemunculannya di Eropa, piyama atau pajamas menjadi penanda status sosial dan hanya digunakan oleh kaum bangsawan. Namun, seiring perkembangan zaman, penggunaan piyama pun tidak lagi terbatas dan bisa digunakan oleh semua orang. (Hilal)



